Dari Scottie Pippen Sampai Fachri Husaini

Ini bermula dari tautan yang nongol di linimasa laman facebook, Zach LaVine berhasil melakukan “Space Jam Slam Dunk ” yang mirip dengan gerakan legenda basket Michael Jordan di film Space Jam. Video Zach LaVine bisa dilihat di sini.

Ingatanku terlempar jauh saat masih Sekolah Dasar (SD) di Ambon sana. Aku berkesempatan menikmati siaran kompetisi basket bergengsi NBA di layar kaca. Saat itu Chicago Bulls dengan–logo bantengnya yang tersohor–sedang berjaya. Dan satu punggawa tim Bulls adalah Michael Jordan.

Saat SD, kami teman-teman sepermainan punya kebiasaan: ingin menjadi/”pura-pura” menjadi/menggunakan nama-nama atlit kondang dalam setiap kesempatan bermain. Saat bermain basket, kawan kami yang lihai betul kemampuannya tentu menjadi Michael Jordan. Kalau aku “seolah-olah menjadi” Scottie Pippen, ada yang menjadi Dennis Rodman dan seterusnya. Setelah mengingat kembali dengan keras, aku gagal mendapat alasan yang tepat mengapa aku memilih Pippen. Mungkin karena Pippen bernomor pungung 33. :|

Michael-Jordan-Scottie-Pippen-and-Dennis-Rodman-of-the-Chicago-Bulls-in-Chicago-1997-wallpaper
1. Tiga orang yang msih kuingat betul namanya: Jordan, Pippen, Rodman.

Seperti basket. Sepakbola pun demikian. Kami sering menggunakan nama pemain nasional saat itu. Ada yang menggunakan Bima Sakti, Aji Santoso, Anang Ma’ruf, Uston Nawawi Widodo C. Putro, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga Hendro Kartiko. Aku memilih menjadi Fachri Husaini yang waktu itu menjadi alasannya karena Fachri adalah kapten tim kesebelasan.

Timnas 1997
2. Timnas 1997. Fachri yang bernomor punggung 16, kayaknya. :D

Bagiku sepakbola dan basket punya cerita khusus, itulah yang mengantarkanku pada nostalgia ingatan masa kecil dulu. Jika kini anak-anak kesulitan mengakses lapangan bermain karena tak ada lahan yang tersedia. berarti aku termasuk anak-anak yang beruntung. Masih bisa menghabiskan waktu di lapangan bermain dengan roman-roman adegan yang macam-macam. Dengan ingatan nama yang kuat pula.

Mungkin di antara penyinggah punya pengalaman yang sama? dengan nama-nama atau fase-fase bermain sedemikian rupa? Jadi apa lapangan kita sekarang?

Sumber foto: 1 sini 2 sini