Bebal Nama Tengahku

Aku lahir dengan situasi sejarah yang penuh kebohongan. Aku besar dengan beribu macam kebohongan pula. Hingga kini aku penganut yang taat terhadap kebohongan-kebohongan itu. Bisa aku bilang, aku kini adalah aku yang penuh kebohongan.

Apa peduliku! Aku hanya tahu apa yang aku dapatkan dari dulu itu. Aku tidak mau membuka banyak-banyak ruang dalam pikiranku. Aku tak sudi mendengar pandangan lain. Lebih-lebih pandangan itu dari hantu-hantu bernama pengetahuan.

Aku ingin terus memelihara kebohonganku sekarang ini. Jati ragaku sudah terbentuk dengan konsisten dan presisi. Aku pastikan tidak lagi punya hati, apalagi nurani. Aku siap bertaruh apa saja, meski kusadari betul, yang kupunya hanya keberanian. Berani untuk tetap bebal, percaya pada kebohongan yang terus bersemayam dalam udara.

Percuma mengajakku untuk mendengar lebih jauh, membaca lebih dalam. Karena setiap lini diriku sudah penuh dengan kebohongan. Tak ada ruang untuk hal-hal yang selain kebohongan, bohong, pembohongan, membohongi.

Jadi biarkan kebohonganku ini selalu milikku. Lain-lain silahkan memilih yang tersisa. Silakan bersedih dan tertawa, terus cemas dan berbangga. Aku akan terus menunggu datangnya waktu. Karena hanya waktu lawan setimpalku.

Pengetahuan, enyahlah dari wajahku!

Advertisements

Ayo Ayo Ayo

“Ayo menulis. Menulislah.”

Di kepala gaung itu terus-terusan ada. Mereka seperti berkelahi, ramai sendiri. Dan saya cuma bisa buka terminal ketik password, buka terminal ketik sandi, buka aplikasi teks. bolak-balik peramban. Baca-terapkan how-to how-to.  Bolak-balik baca tulisan serius. Buka sublime kembali, terus si aplikasi teks tetap hanya berisi kata-kata yang tak terangkai. Tak ada paragraf yang selesai.

Kalau bilang ndak ada topik yang bisa dibahas, itu jelas alasan belaka. Topik banyak, jenisnya macam-macam, dari daftar putar lagu-lagu baru yang saya dengarkan. Situasi terkini dari liga-liga lokal dan eropa khususon bagian perpindahan pemain dari satu klub ke lainnya. Atau membaca analisis pertandingan kompetisi pemanasan yang sedang berlangsung.

Sekarang yang paling sering adalah bagaimana membuat dan mengelola mesin jadi aman. Dari cara sederhana mengembalikan sandi basis data. Hingga cara yang berliku dalam mengatur ijin untuk pengguna maupun grup.

Ada juga hal yang terus-terus menjadi pertanyaan. Yakni satu hal yang terus menurun soal ketahanan untuk membaca cerita pendek yang sempat saya gandrungi. Apa yang sedang terjadiiii, haha.

Dari pada menduga-duga. Sekarang satu cerpen perhari untuk dibaca mungkin adalah terapi untuk kembali merutinkan kegemaran membaca karya sastra yang mati suri ini. Jadi kalau ada yang tanya karya sastra terakhir yang benar-benar tuntas tas tas dibaca? Jawabnya bisa dipastikan tidak ada. Hmm.

Kalau begitu bagaimana mau….
Ini nih namanya menulis?

Ya. Jason Ranti bilang, “Aku selalu berdoaaaa”.

Memulai Cerita dari Tanaman

Sudah beberapa kali mencoba untuk menulis di ruang ini, beberapa kali juga cerita-cerita tersebut masuk dalam kotak draft. Setelah memutuskan untuk membuat segar diri dengan mandi. Akhirnya dapat juga apa yang ingin diceritakan, tentang tanaman.

Ada sepetak teras. Di sana saya mulai mencoba menanam cabai, yang bibitnya boleh dapat dari menyemainya. Setelah tumbuh begitu banyak sampai saat ini belum juga -dari sekian tanaman cabai itu- berbuah.

Tanaman cabai termasuk ringkih, mereka berkali-kali terserang kutu putih. Hama tanaman yang menyebalkan dan bandel. Saya sudah mencoba menggunakan pestisida dari olahan bawang putih. Tetap saja kutu tersebut balik lagi dan lagi. Ingin rasanya menggunakan pestisida yang lain. Namun pertimbangannya adalah ramah tidaknya terhadap kucing-kucing.

Selain cabai. Ada juga tanaman bunga. Bunga matahari dan melati. Bunga matahari yang saya dapatkan di PASTY dengan harga 15.000. Kini sudah mulai mekar bunganya. Sedangkan bunga melati yang berharga sama sudah beberapa kali berbunga meski tak banyak.

Tanaman buah tinggal jeruk entah jenis apa. Sirsak boleh dapat karena merupakan suvenir pernikahan kawan kantor.

Tanaman hias ada lidah mertua. Ada banyak lidah buaya. Ada rumput jepang yang saya tanam menggunakan media nampan plastik dan dirijen bekas, rumput-rumput tersebut untuk konsumsi kucing, karena kucing butuh rumput. Ada Spider Plant yang katanya juga disukai kucing selain spider plant adalah sekian banyak tanaman yang telah diteliti NASA kehandalannya dalam menjernihkan udara.

Terakhir, tanaman yang bergabung adalah sirih gading mendapatnya di PASTY. Rencananya tanaman ini akan saya pindahkan ke dalam botol-botol kaca berisi air, kemudia meletakkannya di dalam ruangan. Sebagai penjernih udara.

Segitu dulu, kapan-kapan dilanjut lagi cerita tentang tanamannya.

Memasang Piranti Lunak Nirkabel Broadcom BCM43142 di Fedora 25

screenshot-from-2017-01-11-01-35-09
Cek Perangkat Nirkabel Melalui Terminal

Saya akan mencicipinya melalui Flashdisk LiveUSB terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi sistem operasi (so) Linux distro apapun. Pada so Fedora 25 LiveUSB saya menemukan fungsi nirkabel laptop tidak berjalan. Untuk berinternet saya membutuhkan koneksi melalui kabel. Ini merupakan tanda jika instalasi Fedora25 selesai, maka langkah yang perlu diambil setelah melakukan pembaruan adalah menginstal piranti lunak (driver) nirkabelnya.

Melakukan pembaruan dengan terminal ketik perintah.

# dnf install update

Untuk memastikan kembali perangkat nirkabel, eksekusi perintah.

# lspci | grep Broadcom
 ..
 ..
 02:00.0 Network controller: Broadcom Limited BCM43142 802.11b/g/n (rev 01)
 ..

Instal RPM Fusion Repositories.

# su -c 'dnf install https://download1.rpmfusion.org/free/fedora/rpmfusion-free-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm https://download1.rpmfusion.org/nonfree/fedora/rpmfusion-nonfree-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm

Instal kernel dev dan modul nirkabel.

# dnf install kernel-devel-$(uname -r) akmod-wl

Nyalakan-ulang servis perangkat nirkabel.

# systemctl restart NetworkManager

Jika berhasil, maka fungsi nirkabel bisa dinikmati. Kalau belum, maka langkah berikutnya adalah memuat modulnya.

# modprobe wl

Misal keluar peringatan error, abaikan. Mari eksekusi perintah berikutnya.

# akmods --force

Setelah itu ulangi pemanggilan modul nirkabel.

# modprobe wl

Jika tak ada peringatan error, maka pemanggilan modul berhasil. Sekarang nyalakan-ulang servis NetworkManager.

# systemctl restart NetworkManager

Ikon wifi akan tampil dan fungsi nirkabel berjalan. Selamat berinternet menggunakan nirkabel.

Tiga Langkah Setelah Instalasi Ubuntu

Jadi beberapa hari ini melakukan perbaikan alat kerja teman-teman di Selatan yakni instalasi ulang  komputer mereka yang terpasang sistem operasi Ubuntu. Dalam melakukan instalasi Ubuntu (OS Sumber terbuka lainnya) ada empat pembagian partisi yang sering saya gunakan.

  • swap (primary) 2x RAM
  • /boot (primary) 500MB, ext4
  • / root ini logical minimal 4GB, ext4
  • dan sisanya bisa dijadikan partisi penyimpanan tetap dengan ekstensi EXT4 maupun NTFS

Setelah instalasi rampung dianjurkan untuk melakukan update melalui terminal dengan mengetikkan:

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade (opsional).

Kalau koneksi terbatas yang diupdate cuma firefox dan thunderbird saja melalui software updater.

Setelah itu dilanjut dengan menginstall aplikasi pendukung utama lainnya yang tidak termasuk dalam paketan Ubuntu.

Audio-video player
Pemutar audio ubuntu menyertakan rhythmbox dan pemutar video menyertakan Videos
Kalau saya rasanya perlu memasang vlc (soal selera saja sebenarnya). untuk instalasi VLC cukup mengetikkan:

sudo apt-get install vlc

Ekstensi media pendukung

ketikkan:

sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras

Opsional – Pengolah gambar berbasis pixel

sudo apt-get install gimp

Opsional – Pengolah gambar berbasis vektor

sudo apt-get install inkscape

Opsional – Untuk  remote melalui jalur ssh

sudo apt-get install openssh-server openssh-client

Jadi sebenarnya ntuk teman-teman yang alat kerjanya untuk penggunaan perkantoran standar, hanya ada tiga langkah setelah instalasi. update, vlc, dan ubuntu-restricted-extras.

Sekian. Segitu dulu mula menulisnya. :D

Panggil;

Panggil;

Sudah lama aku tak melihatnya. Mungkin sudah ribuan kata lamanya. Ia yang selalu hadir dengan warna jingganya. Menggelayut di cakrawala bersama gores-gores awan. Di berbagai kesempatan ketika waktu begitu rumit dan hari begitu pelit. Sekedar untuk melangkahkan kaki menuju lantai dua dan menyambutnya adalah hal yang nihil. Padahal dulu kami selalu merayakannya berdua, bertiga, berlima, dan berdiri sendiri.

Sudah lama juga aku tak menyebut namanya. Dalam rangkaian kata-kata yang kususun. Bukannya aku lupa, hanya saja ada yang menarikku ke dalam dan payahnya aku tak mampu untuk melawannya. Aku biarkan ia mulai merasuk dalam kepala jemariku, masuk ke dalam mata telingaku. dan akhirnya hari ini aku bisa menentramkan itu semua. Setelah sepi mengurasku habis.

Sekarang sudah kusiapkan sebuah mantra untuk mengundangnya. Dalam lamunan dan aksara. Dalam ingatan dan ketakutan. Mantra yang akan men-jingga-kan semua langit-langit ruangku. Men-jingga-kan semua langit-langit tamanku. Membuatku terbang bersama pekat alunan musik tanpa vokal, dan menari-nari bersama ketukkan janggal Sang Skenario.

Sudah lama aku tak melihatnya, namun kini aku memanggilnya.

jogja 15/05
anakwayang