Kematian yang Ke-sekian-kali-nya

IMG_5140x

Seperti pernah menjerembabkan kepala dalam kubangan cerita yang tak berkesudahan. Waktu terus berputar dan melindas. Meninggalkan kepala yang baru saja dibilas dengan air hangat yang menyegarkan. Bersegera membuka pori-pori kulit kepala, mengajak mata memejam dalam dan melotot segera. Namun apa disangka, kepala yang mudahnya dihempaskan asap dari kalori yang berlimpah.

Namun sudah kiranya kita menerka bahwa kepala yang bergerak tak beraturan. kadanga mengalun, kadang mengguncang, mudah baginya untuk memuntahkan lembar-lembar pertanyaan yang akan dijawab dengan ditemani segelas sirup aroma.

Dirasa perlu untuk menenggelamkan kepala lembek ke dalam kubangan cerita yang itu-itu lagi. atau cerita yang itu-itu saja. Hingga malas juga menjawab pertanyaan absurd dengan siraman materi ceramah keagaamaan yang lebih sering membuat kantuk. Karena tidak menarik, bahkan melenakan.

Bergerak menuju lantai dua, akan membawa kepala semakin dekat dengan loteng kayu rapuh dimakan rayap. Bisa diprediksi angin berkekuatan goyang-goyang pohon kelapa bisa membawa loteng itu ambruk dengan kejap kedipan. jadi kepala yang lembek dan hampir kosong itu pun bentuknya koyak. koyakannya membelalakan lembar-lembar kosong yang sudah dikumpulkan entah dari kapan. Dan kematian datang lagi. Bunga bersamanya, merah pucat kelopaknya. Untuk ke-sekian-kali-nya karena kepala tak bisa menelurkan bentuk-bentuk kepala lainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s