Menemukan kembali irama yang tadinya berangsur menepi. Irama yang selalu bisa mengubah dengan cepat apa yang sedemikian lambat dalam bayang-bayang dalam kepala, yang suka sekali merengek manja.

Dibawakan oleh sekelompok musisi dari dataran britania. Mereka mengusung musik bergenre “nggak ngerti” jawab kebanyakan kawan jika ditanya tentang kelompok tersebut. Ya memang untuk bisa menikmati apa yang mereka racik sedemikan bentuknya, sebaiknya dimulai dengan “nggak ngerti” dulu. Awalnya dua kata itu jugalah yang mendorongku mendekat dengan sajian-sajian kendur-kencang alunan musik mereka.

Dari sisi lainnya mereka punya pandai kata yang menawan. Pak pencatat ini bertugas merangkai teks. Yang kalau dibaca sekarang atau nanti bisa jadi memiliki arti yang berbeda tipis atau berbanding terbalik dengan tafsiran awal. Teks dengan arti yang  tak melulu langsung berarti.

Mau suasana yang megah mereka punya. Yang sederhana namun mematikanpun mereka punya. Sayang sekali kelompok ini telah memilih mundur untuk bergantian masa dengan penerusnya. Banyak musisi yang sudah terkontaminasi dengan racikan-racikan musikalitas dan lirik yang jauh melewati masanya.

Kelompok musik pengusung imajinasi itu bernama Pink Floyd, saya mengagumi mereka.

Blandongan, Mei’14 – Sep’15

anakwayang

One thought on “Pengusung Imajinasi

  1. Pingback: WYWH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s