Mengurus Dapur

Saya mulai percaya bahwa mengurus dapur (memasak) adalah cabang keterampilan untuk melatih membangun rasa. Dari belanja bahan di pasar, menyiapkan bumbu, membersihkan bahan, hingga mencium aroma siap saji dan menyantapnya.

Semenjak tinggal di rumah sewa yang memiliki dapur kategori lumayan. Kami para penghuni kadang-kadang memasak sayur, lauk dan pelengkap lainnya. Menunya pun masih sederhana, seringnya adalah sayur bayam bening, tumis bayam, maupun sop. Dengan lauk tempe, telur, pernah sesekali ikan. Urusan rasa jangan ditanya, iya jangan ditanya jika saya yang memasak. Masih dalam level amatirnya amatir :D

Pada hari-hari tertentu datang bantuan dari relawan dapur. Yang dengan sukarela memasak, membuat ragam masakan. Jadi dari dapur tersebut keluarannya tidak melulu bayam, sop dan tempe lagi. :p

Untuk soal cicip mencicipi, saya akui kemampuan saya tak sedetil kawan-kawan yang lain. Sehingga dengan memasak makanan sendiri saya melatih untuk bisa menakar. Selain tentu juga tujuan utamanya dengan memasak adalah untuk menghemat biaya konsumsi.

Saya menyukai bau bawang putih yang membekas di jari tangan sehabis memasak. Aroma terapi, hmmm. :)

Gedongan, 22/09
anakwayang

One thought on “Mengurus Dapur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s