Lana, Silampukau dan September Yang …

Seorang penyanyi, memiliki nama panggung Lana Del Rey, memincut saya untuk mendengarkan lagu-lagunya. Suara dan aksi panggungnya menarik. Saya memasukkan namanya di deretan penyanyi wanita yang saya gandrungi. Berdampingan dengan Nicky Astria, Dian Piesesha, Rara Sekar, Jane, juga Raisha, Sherina pula. :D

Beberapa lagu yang dibawakan Lana, menyeret saya menuju ingatan kampung halaman. Maklum anak rantau, terkadang masih digelayuti rindu untuk kembali pulang, meski saya tahu untuk beranjak dari Jogja butuh energi yang besar. Namun rumah-tempat asal kita memulai bab hidup– juga memiliki dayatarik yang sangat kuat seperti bongkahan magnet. Siapa lagi kalau bukan keluarga. Rindu itu semakin mengudara apalagi setelah Lana yang memana, Silampukau bercerita.

Silampukau, duo Surabaya. Yang sederhana, membawakan kisah yang sederhana pula dalam balutan musik yang tak perlu banyak energi untuk mengartikan detailnya. Dengan Doa1, Lagu Rantau, dan Malam Jatuh di Surabaya ketiga judul tersebut membuat udara semakin hah terasa. Apalagi kalau ditimbang rentetan kejadian yang sepenuhnya berbicara keterpihakan. Keterpihakan pada yang tak kenal kasihan, yakni Waktu.

September baru berjalan lima hari. Hari ke depannya, di bulan ini, akan memiliki hari-hari teristimewa, menurutku. Niat dan tekad kuat terus diasah, dirawat dengan sedemikian rupa. Doa berkumpul. Proposal sedang diajukan. Semoga Pengasih Penyanyang berpihak pada kami.

Lana yang asyik, Silampukau yang sederhana dan September yang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s