Kenapa (masih) Ubuntu

Sejak kenal dengan teknologi komputer. Rasanya saat jaman angkatan saya (atau mungkin sekarang juga) sistem operasi (SO) pada pandangan pertama adalah “Windows”. Siapa yang tak kenal dengan itu nama SO. Hampir setiap komputer personel di Indonesia (atau mungkin sebagian besar dunia?) sistem operasi tersebut menjadi alat bantu dalam berkegiatan.

Ada dorongan begitu halus lagi mencerahkan sehingga saya putuskan untuk berpaling dari si “jendela” lantas menggunakan Linux sebagai sistem operasi dan Ubuntu sebagai distronya. Alasan berpaling adalah daripada rumit tapi simpel (apapula ini?). Jenuh mungkin akan masalah “itu-itu saja” (jika kamu tahu apa yang saya maksud :p) yang kerap menghampiri “windows”.

Dulu memang berkembang stigma “kengerian” ketika orang mendengar Linux? Sulit menggunakannya? Tampilan tidak menyenangkan? dan sekarang lihat! kebunku penuh dengan bunga haha. Linux (khususnya) Ubuntu menepis semua kengerian itu.

Dari segi tampilan antarmuka sudah tentu sesuai fungsinya lagi mudah. Disokong jalan lebar yang berisi beragam pendukungya, berbagai forum tanya jawab (dari optimalisasi fungsi hingga kecantikan tampilan) dan tentunya dukungan dari para pengembang di seluruh dunia.

Kenapa (masih) Ubuntu? karena bagi saya Ubuntu sudah lebih dari cukup akan kebutuhan perangkat lunak sistem operasi yang membantu saya mengisi hari-hari.

Jurugsari, Feb 4.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s