Membaca Dan Membaca

Jika ada seseorang bertanya padaku tentang keterlambatan apa harusnya tidak terjadi. Aku akan menjawab; terlambat menanam minat baca.

Kenapa baca? Karena minat membaca baru mulai benar-benar tumbuh ketika aku berkecimpung di dalam lembaga penerbitan di kampus. sebuah ruang yang memicuku untuk tidak lupa membaca. Apa saja. Lalu mempertanyakannya, membahasnya, membagiluaskan.

Lalu semasa SMA budaya baca?
Aku tumbuh di lingkungan yang minim budaya bacanya. Mungkin aku yang keasikan dengan musik dan pertemanan.

Sehingga jaman menengah atas, tidak terlalu sering waktuku kukhususkan untuk  membaca. Sedikit jumlahnya, jika ditanya tentang judul buku yang kubaca semasa abu-abu dahulu. Aku hanya ingat; Balada sungai musi. Balada si Roy. 100 tokoh yang berpengaruh di dunia. Lalu mengenal perpustakaan di sekolah yang tahnya berisi buku pelajatan semata. Kemudian aku berkenalan dengan buku puisi seperti aku (malu) jadi bangsa indonesia punya Taufiq Ismail. Buku puisinya Rendra alm. yang kuingat hanya satu puisi di dalamnya yang berjudul Episode.

Dalam 24 jam masa iya minimal 15 menit saja tak sanggup untuk membaca?

Aku masih ingat bagaimana seorang pedagang bakso keliling masih menyempatkan waktunya kala berdagang untuk membaca walau hanya cerita bersambung pada kolom koran lokal. Dan dia berhasil berdamai dengan waktu yang terbatas untuk tetap menyirami bibit budaya baca pada dirinya.

Mungkin saja dari sanalah (membaca apa saja yang berkaitan dengan dunia kesukaan) awal mula budaya baca bisa tumbuh dan berkembang.

Jurugsari. 2Jan13
Anakwayang*zn

2 thoughts on “Membaca Dan Membaca

  1. Aku bagian dari banyak orang yang terlambat punya minat baca. Tapi semasa kecil aku sempat beruntung menikmati buku cerita koleksi eyang putri. Ada puluhan buku terbitan Balai Pustaka tahun 80-an. Tapi sekarang entah di mana.

    Menginjak akhir Sekolah Dasar, aku menikmati serial novel detektif lima sekawan karya Enid Blyton, boleh pinjem punya Wisnu. Setelah itu, sama sekali vakum. Hingga akhirnya mulai baca lagi akhir tahun 2013.

    Ada benarnya mas Zani memulai membaca apa saja yang berkaitan dengan dunia kesukaan. Aku membaca karena tertarik. Oh iya, satu lagi; bisa melawan rasa malas. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s