Menulis dan Menulis

Bisa diceritakan kembali dunia yang mengantar kita menjadi lebih dan lebih sekian banyak: adalah bersumber dari tulisan.

Baik itu tulisan yang bersuara, maupun yang diam-diam. Semua itu memperkaya lembaran-lembaran ingatan dalam kepala.

Masih saja kuingat perihal menulis. Ketika membaca bio pencuit (istilah dari tempo untuk twitter) seorang penulis. Ia mengutip kalimat yang dikatakan Imam Al-Ghazali “Kalau kamu bukan anak raja, dan kamu bukan anak seorang ulama besar, maka menulislah (jadi penulis?)”. Terang sudah.

Juga menulis bisa memperkuat pepatah orang Jawa yang berbilang “Migunani Tumraping Liyan” berguna untuk orang lain.

Semoga jendela menulis selalu terbuka. Karena ada cahaya dari membaca. Dan suara dari bercerita.

Godean, 1 Januari 2014.

anakwayang*zn

One thought on “Menulis dan Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s