Sajak Seorang Kawan

Berbaring ia di kasur
Telanjang badannya
Berbaring ia di penghujung malam
Tajam pikirannya
Diam dalam keramaian

Seorang pejalan ia kata
Menempuh satu rimba ke rimva lainnya
Hanya untuk mengejar matahari yang lepas
Terbit atau tenggelam

Rimbanya adalah tempat baringnya
Teduh dan membuat nyaman saja
Rimbanya adalah pikirannya
Memotong, membelah, menghujam
Semua
Yang tak disukainya

Ia berbaring
Masih berbaring
Rimbanya kini kering
Hujan tak ada dari kemarin

Ia masih berbaring
Di dalam pikirannya banyak kata sanding
Badannya rebah
Katanya lemah

Telanjang ia menertawakan
Terluka ia di pelukan
Putar putar putar
Kakinya terua berputar

Putar putar putar
Otaknya terus berputar
Melingkar dan lagi melingkar
Terbaring ia telanjang
Dengan kepala hangus terbakar

kamarhitam, 1Sep13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s