Hanya Pada Waktu

Membiarkannya tumbuh berkembang hingga mencapai yang ingin ia capai. Semakin tinggi dan tinggi sekali. Sehingga ia bisa melihat dengan jelas. Apa dan siapa di sekitarnya. Mengapa dan bagaimana sekelilingnya. Lebih jelas, lebih kentara.

Pada saat yang menjemputnya. Ia pergi dari singgasananya. Menjelajah sesuka hatinya. Menemukan jalannya sendiri. Jalan yang dipilihnya. Bertemu dan bercerita dengan berbagai manusia, sukai atau tidak. Mendalami dunia yang digemarinya.

Lalu pada waktu yang menjemputnya. Ia pulang dengan badan tegak kepala menunduk. Senyum pada siapa saja yang ia temui. Wajahnya cerah. Bersinar dan berbahagia.

Siklus yang dijalaninya. Menundanya untuk pulang. Karena capai dan lelah yang dinas belum cukup berani menjatuhkannya. Rasa kecewa mengasuhnya membuat lebih berwarna. Medium yang dilakoninya memberi peluang untuk mengenal lebih dekat, benar-benar siapa dirinya.

Hanya pada waktu ia akan bercerita lebih. Bukan pada siapa-siapa.

Kamarhitam, 27sep13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s