Ia Ternyata Pura-pura

Bertemu dengannya setengah jam lalu.
Senyumnya manis.
Suaranya jangan tanya.
Aku tak pernah menyangka.
Mungkin hanya berbaik sangka.
Kalau memang jodoh harusnya tak ke mana.

Bercerita ia tentang negara
Aku tak pernah menyangka
Bahkan tak juga menduga
Ke sanalah obrolan mengarah
Aku tal ingin ia marah
karena tentu senyumnya
Aku sungguh tak mengerti negara
Apa itu?

Ia terus bercerita
Tentang negara tempat tinggalnya
Yang damai dan bersahaja
Yang petaninya makmur dan merdeka
Yang gurunya pandai bercerita
Yang alamnya punya beribu senja
Yang langitnya berjuta warna
Yang lautnya berjuta sumber daya
Yang mana aku merasa pernah mendengarnya
Tentang cerita tentangnya
Ia yang manis senyumnya
Ternyata hanya berpura-pura
Negara yang diceritakannya
Hanya karangan belaka

Negara mana?
Aku tak pernah mengingatnya
Yang ku ingat hanya senyumnya
Yang merekah jelas di bibirnya
Namun matanya menyimpan luka
Air dari mata menetes, membasahi pipinya.

Kamarhitam, 24sep13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s