Jingga dalam Genggam

Ia. Sosok yang menggenggam jingga di kedua tanganya. Jingga yang cerah dan jingga yang kelam. Jingga-jingga itu menemaninya mengantar hari-hari kota yang makin padat. Di kala berganti waktu ia sering duduk di bangku depan kedai kopi. Mamandangi jingga yang tak dapat diraihnya. Dengan peluh yang masih tampak di keningnya. Ia mulai menghembuskan asap dengan bertenaga. Jingga-jingga yang ada di genggamnya tak bisa membantunya. Hanya sesekali memberi warna ketika gelap benar-benar datang gegas. Dan ia hanya bisa menikmati pergantian waktu itu di atas kendaraaanya yang terjebak do lautan kendaraan lainnya.

Jadi jingga yang coba ia genggam selalu itu adalah minoatur senja yang pernah ia ringkus. Di tepi pantai maupun di sudut kota. Dengan segala dayanya ia selalu ingin merayakan pergeseran mentari kala petang. Dengan pulang lebih awal. Dengan mengerjakan tugas lebih cepat. Dengan berkendara lebih cermat. Dengan semua yang dimilikinya ia tak sekalipun ingin melewatkan detik-detik di langit barat.

Kedai kopi. Dekat dengan persawahan. Terjepit oleh bangunan-bangunan perkantoran. Ada juga pertokoan. Dengan sedikit celah yang tersisa. Hijau sawah dan jingga senja telah menjadi liburan baginya. Sawah yang pinggirnya tumbuh pohon kelapa yang tinggi dan tumbuh serong. Dengan ditambah angin bergerak nyiurnya melambai pada awan. Mengucap salam perjumpaan bagi pagi dan siang.Mengucap selamat datang untuk malam dan kegelapan. Sebelum ia kembali berputar pada kegiatan rutin keesokan harinya.

Dari gengggam yang berjingga. Ia rekatkan kembali semua cerita. Dengan kopi dan sigaret murah. Di ujung langit ada saja harapan yang tersisa. Entah hari esok yang bagaimana. Bahagia atau hanya bahagia. Ia genggam selalu. Daya yang makin membiru. Mengendap di depan matanya. Perempuan muda bersenyum ragu. Dialah orangnya. Yang diantarkannya setiap petang menuju mimpi di ujung malam.dan ia terbangun untuk mengabdi pada pagi dan siang. Lalu berjejalan ingatan di kala petang. Kata satu bertarung dengan lainnya satu. Itu yang ia kenal dengan nama panjang hanya rindu. Selamat berbahagia. Sehat selalu baginya.

Kamarhitam, 19sep13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s