Tempat Itu

Suatu saat nanti entah kapan itu, aku ingin sekali mengajakmu keluar dari lingkaran berbahasa. Ke tempat-tempat yang menarik bagi kita. Misal Venesia, Turin, maupun ke Belanda dan kita mabuk tradisional bersama di kafe sambil menertawakan tingkah konyol kita. Tapi sebelum makin dalam kita tenggelam dalam misal. Aku benar-benar ingin mengantarkanmu ke suatu tempat.

Schlegeisspeicher di Zillertal, Austria. Itu nama tempatnya. Di sana kita bisa duduk di suatu titik datar, sambil melihat pegunungan yang gagah nan anggun berdiri. Makin syahdu rasanya jika di saat itu puncak-puncak dari pegunungan tersebut diselimuti salju yang menawan. Di kejauhan pandang. Awan-awan bergerombol menyeberangi tatapan kita. Menyentuh pundak-pundak pegunungan. Hingga kita tak banyak bicara saat itu, hanya sesekali mencuri pandang. Seperti saat pertama kita bertukar isyarat. Bahasa yang paling kuno tentang ketertarikan.

Dan waktu yang kita rasakan di sana, mengalir benar-benar perlahan, menyusuri garis sungai yang memanjang di antara pegunungan tadi. Airnya yang kebiruan dan amat menyegarkan pandangan menuntun kita membuat lirik yang sederhana dan bersahaja.

Kau adan aku
memandang jauh dan semakin jauh
melirik satu hingga menyatu
Genggammu genggamku
menghangatkan
Langit tak berkutik
Sungai datang berbisik
Kecup yang dalam semakin dalam
Berkumpul rindu, berdekapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s