Rumah Hujan Dan Angin

Rumahnya terkena hujan, sendiri. Hanya rumahnya. Rumah yang lainnya, tidak. Rumah di sekitarnya panas terik. Angin-angin pun bertiup menuju rumah yang terkena hujan. Meninggalkan pegunungan. Menjauhi bibir pantai. Angin dan hujan bertemu di rumahnya. Hanya rumahnya. Rumah yang lainnya panas terik dan gerah. Tengik keringat basah menjelma di lingkungan sana. Rumah-rumah kian menyeringai melihat rumah yang mengundang angin dan hujan. Rumah yang lainnya menanti giliran. Entah kapan. Rumah yang ruang tamunya rintik-rintik. Kamar tidur ruang makan angin sepoi semilir.

Setelah kembali pada semula. Penghuninya keluar. Dengan senyum bahagia. Penghuni rumah sekitar mengeremuninya. Menanyakan apa yang bisa mengundang hujan dan angin seperti itu? Di kala kemarau dan musim keluh terbakar kenapa bisa hujan dan angin yang tak besar dan ngeri bertamu di rumahnya.

Hanya musik. Sambil bersiul berdendang ria penghuni rimaj yang sendiri meninggalkan kerumunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s