Masih Sama

image

Ceritanya masih sama. Setelah berkubang dengan riuh. Kepulangan berikutnya harus ditunaikan. Dengan menumpang kereta siang. Kami bergegas meninggalkan kota yang gegas. Mengistirahatkan sebentar hingar yang terjadi malam kemarin.

Dari setiap kepulangan. Kami masih setia dengan deru kereta. Yang biasanya kami menjemput senja atau menyambut mentari. Kali ini senja meninggalkan kami. Ia terlebih dahulu tenggelam sebelum nafas rindu benar-benar lega.

Ada yang tertinggal di sana. Sebuah cerita yang tak perjah selesai. Masih sama. Dalam deru yang seru ada kesunyian yang bergelayut. Menghantui segala sisi pikir kami. Aku sendiri begitu hanyut. Bukan karena tak berbekal. Namun sedang tak ingin kehilangan akal. Dia yang (pastinya) sedang tersenyum di sana. Saat punggungku mulai tak tampak. Sejak gerbong terakhir mulai melesat. Ada rindu yang diam-diam menyusup dalam rongga dadaku. Rongga dadanya. Rongga dada kami.

Di sisi pintu dekat jendela kereta  Aku menatap mentari yang menyelipkan senyum manisnya. Berdoa agar senyumnya tak lekas tenggelam. Jikalaupun harus tenggelam. Langit merekah menghiasi sore menjelang petang. Ketika rindu kembali berdebu. Dan kami menari sambil menunggu. Meniupkan kembali setiap cerita yang kian usang. Tentang senja yang telanjang. Menemani kami berdua dengan jari tergenggam.

kamarhitam, 26agu13

*zn
anakwayang

One thought on “Masih Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s