Topeng Tua

Seorang tua terpenjara di ruang yang dibangunnya sendiri. Hari-harinya dinikmayi dengan cahaya yang masuk melalui celah ruang. Selebihnya dilewati dengan suasana gelap.

Lapar kenyang, sedih senang dilewati di ruang kesendiriannya. Karena memang tak ada lagi kawan yang hendak berhubungan dengannya lagi. Atau lebih tepatnya ruang itu telah membuatnya menjauh dari keseharian pertemanannya.

Segala kebutuhan hari-harinya dipenuhinya ketika malam. Di waktu sebagian besar orang menyandarkan penat dan lelahnya. Berkunjung ke minimarket dekat kediamannya. Sepi dan senyap terus menemaninya. Dengan membuat topeng ia bisa hidup.

Tapi berdasarkan obrolan terakhir dengannya. Kenapa ia memilih sepi. Karena makin waktu ke waktu ia tak lagi mengenali orang di sekitarnya terlebih pada dirinya sendiri. Terlalu sering (banyak) topeng di sana apalagi di sini. Dia menunjuk mukanya sendiri.

Kamarhitam, 23Agu23

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s