Aku Masih

aku masih
aku masih mendengar desis yang keluar dari mulutnya
aku masih melihat taringnya yang berdarah setelah mengoyak bangkai sesamanya

aku masih
aku masih merasakan teror yang bersumber dari raungan hari-hari maunya
aku masih sering menatap sosok berakal dan berperasaan katanya, begitu berambisi menciptakan tatanan yang melenyapkan nyawa-nyawa tak tahu apa-apa

aku masih acapkali menyaksikan kecurangan dan pembodohan terhadap sesamanya
aku masih tak jarang mendengar seruan, yang lemah harap menyerah!

aku masih …

aku berbisik pada lantai kamar yang dingin.
“pencapaian tertinggi sekarang ini mungkin saja adalah menjadi manusia semanusianya.”

kamarhitam, 20agu13

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s