Ruang Hampa

Dihantui oleh berbagai keinginan, dari hal-hal yang menggiurkan sampai yang membuat air liur mengering karena terpapar radioaktif kenihilan. Mengantarkan sang ingin pada titik yang dapat merubah wujudnya menjadi cairan yang pekat seperti darah segar yang muncrat dari nadi, atau pembuluh darah di kepala yang terkena sabetan pisau tajam pedagang daging babi atau mungkin terkena peluru tajam dari petugas keamanaan yang mabuk minuman oplosan, antara cairan alkohol dan lotion anti nyamuk.

Sang ingin, yang bersemayam di dalam kepala tak sanggup ia bendung, bahkan untuk memilah-milahnya jadi bagian yang berkelompok. Ada saja poin-poin yang turut serta di kolom bukan jatahnya. Menggandakan diri sedemikian rupa hingga tak berjumlah. Menjadikan daftar-daftar yang tak beda dengan catatan di buku hutang. Atau daftar plat nomor kendaraan yang berbaris karena menunggak membayar cicilan dan daftar-daftar itu seperti memberikan jalan seperti kejadian-kejadian di persimpangan jalan. Siap dijaring paksa ketika kendaraan yang sedang digunakan untuk berbelanja beras pasar liter di pasar, dari hasil menghutang warung dekat rumah.

Andaikata sang ingin bisa membelah diri dan membunuh dirinya sendiri. Bisakah sang ingin dengan sekejap lenyap? Seperti mendadaknya ia datang menyerang kepala. Bahkan kalau bisa dianjurkan. Sebaiknya ia lepaskan semua tulisan-tulisan yang menjebaknya. Tulisan-tulisan tentang keinginan yang bisa jadi menyeretnya kembali tenggelam dan mabuk dengan kata-kata. Mengurungnya di sebuah ruang dengan banyak jendela namun tak berudara. Membatasinya untuk berteriak, bahkan membuatnya kaku untuk sekadar berbisik. Memutuskan segala kemungkinan yang membuatnya terbang tinggi. Karena ruang hampa yang diciptakannya membuat kepalanya hampir pecah diterjang rintik hujan keinginan. Penampungnya tak mampu lagi menyediakan lahan yang cukup. Dan serakah kepala, membuatnya tergeletak tak beraga. Di ruang hampa. Ia setia menanti jawab sang ingin. Sampai badannya dingin, dindingnya dingin, langitnya dingin, minumnya dingin, dan kecupnya seperti angin.

Kamarhitam, 14agu13

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s