Di Stasiun Kereta

aku berdiri di sudutnya
melihat lalu lalang orang-orang
mendengar lalu lalang penawaran-penawaran
menyaksikan kerumanan para penumpang
ramai berderai-derai
riuh-riuh bersauh

di balik yang tampak
ada dirimu di punggungku

aku merasakannya
kau yang menggelayuti setiap langkahku
bahkan ketika aku di stasiun ini
stasiun yang mempertemukan mimpimu mimpiku.
stasiun yang terlalu sering berias
stasiun yang tak terduga
telah menciptakan jurang besar
antarmimpi
memisahkan
sampai rusak pengeras suara yang mengumandangkan bel khas stasiun kereta.

bel disambut klakson
datang disambut pulang
pergi disambut berangkat
semua disambut sebuah
mimpi disambut nyata
kamu disambut maya
rindu disambut sunyi
karena aku tahu
rindu tak berisik
seperti stasiun ini
stasiun kereta
bersemayam bayangmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s