Garis Kisah

Lingkaran ini tak pernah sepi. Itu yang terjadi. Walau para garis-garis warna telah kembali pada waktunya, pada jalannya.

Lingkaran yang sudah hampir genap 100 jam. Bahkan ada yang lebih. Garis-garis saling berhubungan. Dari tak berpunya hingga berpunya dan jika dijinkan sampai tak berpunya lagi.

Garis-garis warna yang membagi apa saja, dari tawa, pengetahuan, hingga kekhawatiran. Garis-garis tersebut makin hari makin tebal, tetap berwarna. Tantangan silih berganti coba menguji seberapa garis-garis itu awet, tak mudah pudar bahkan menyerap pada sendi-sendinya, pada kisah-kisahnya.

Pernah terjadi gesekan antargaris yang berakibat macam-macam. Itupun ada waktunya. Ada batasnya. Yang mengantarkan pada pertemuab garis-garis yang bergesekan menjadi lebih lentur adanya. Lebih bisa membuka jalan pikirannya keluar. Lebih bisa memilih dan memilah mana yang hanya gangguan, mana yang pacuan.

Garis-garis pun mulai berdampingan. Dengan siapa saja yang mereka tetapkan. Dan kisahpun semakin beragam. Tak terbentur hanya pada satu percikan. Lebih berwarna. Lebih menerima. Lebih mencoba terbuka.

Jika garis-garis itu berkumpul. Entah waktu kapan itu. Menjadi padu padan yang melengkapi. Menyeimbangi. Membuat lebih dan lebih beragam cerita.

Sampai pada saat garis berikutnya tumbuh dan melakukan lingkaran yang sama. Lingkar garis yang berwarna.

kamaradik, 12Agu13

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s