Teriak Waktu

Waktu tak pernah lelah bergulir. Tapi, ada saja yang masih sering menyalahkan waktu karena merasa tertinggal. Berharap ketika yang itu sedang rehat. Waktupun ikut rehat. Ikut selonjoran sambil berkipas-kipas.

Padahal di atas ruang yang berdampingan. Sebagian yang lainnya sedang melatih tatapannya, merawat waktu dengan sering mendengar, menanami jalur-jalur yang kering dengan pepohonan yang nantinya jika tumbuh akan meneduhkan bahkan menentramkan. Banyak juga yang membuat medium pertukaran pengetahuan. Tapi lagi-lagi waktu seperti disudutkan. Segala bahan sanggahan disediakan hanya untuk tampak berisi. Bahkan ada juga yang tak mengerti apa yang dikenakannya. Agar tampak serupa dan tinggi selera. Waktupun disingkirkan, agak dipinggirkan. Dan ketika terpojok. Barulah teriakan memecah sunyi ruang. “Beri Aku Lebih, Waktu!!!”.

Ya jangan-jangan yang itu sendiri seperti itu. Butuh banyak waktu untuk lebih dekat menyapa lelah yang setiap waktu menggoda dan menjulurkan lidah ledekan pada diriku.

blackroomTNG, 11Agu13

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s