Jingga Pesisir

Kusaksikan awan bergerak. Berbaris digiring angin lalu berkumpul di barat. Menemani Jingga yang pulang bertugas di sisi bumi bagian ini untuk siap-siap lagi menyebarkan cahaya di sisi bumi lainnya. Jingga kali ini tenggelam perlahan di perbukitan karang pesisir selatan.

Mengheningkan cipta barang beberapa puluh menit. Bersila di pasir kekuningan menghadap gelombang yang tak lelah menjangkau pasir. Tak lelah iya.Tak pernah lelah. Datang besar dan bergemuruh. Datang perlahan dan tenang. Ditemani angin dan lagu-lagu akustik melewatkan hari-hari yang masih saja berisik. Rasanya terlalu banyak kata yang membumbung ke langit, serupa asap dari pabrik pengolahan keingin-inginan.

Jingga yang bertahan di langitnya menyertai para penjala nasib di lautan dangkal, yang masih berjuang menyebar harap agar bisa pulang membawa kabar gembira. Di sana tak tampak sangka. Hanya deru-deru pengusir duka lara.

Hingga Rembulan yang bulat. Yang ada di timur. Yang muram sedari hari terang. Ketika Matahari masih bercokol di langit di sisi selatan. Kini berkobar. Cahayanya menyebar. Membuat siluet yang merayap di pasir. Bintang-bintang pun tampak. Satu dua dan menyebar banyak. Angin mendesir, gelombang menyisir. Ada rindu pada cerita pesisir yang tertimbun hangatnya pasir.

sundak-kamarhitam, 21juli13

*zn
anakwayang

2 thoughts on “Jingga Pesisir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s