Secangkir Tanya

hujam hujam hujam
tanya bagai hujan deras
yang jatuh ke tanah
menghujam

rasa rasa rasa
rambat waktu melambat
detak jantung makin tak karuan
aliran darah ka ka ka ka..cau
udara udara makin menipis
kata terbata

dingin
kurasakan dingin

tanya bergeletakan di samping tumpukan buku-buku langit
haruskah jawaban itu datang segera?

lambat atau cepat
tanya itu datang lagi
sekarang seperti peluru dari serdadu yang murka
dar dar dar
tak kenal ampun
tak kenal ampun
kena kau!
pecah kepala kau!

srek srek srek
datang seorang lain
kepalanya itu
sembunyi di balik lembaran indeks
matanya menempel di dada
menatapku curiga

“tuan, kopinya silahkan diminum tuan, mumpung masih hangat, nanti dingin jadi tak sedap”

prak prak clang
cangkirnya pecah
darahnya tumpah
bibirnya berdarah

ta ta ta
nya nya nya
tanya tanya tanya
jadi
nya nya nya
ta ta ta
nyata nyata nyata

kamarhitam, 19Jul13

*zn
anakwayang

One thought on “Secangkir Tanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s