Raga

“Bagaimana kalau kita ulang dari awal lagi?” Tanya bangku taman pada lampu bulat yang ada di dekatnya.

… hening

“Bagaimana kalau kita tak mengulanginya lagi?” Tanya rambu pada trotoar

… senyap

“Bagaimana kalau kita tak perlu bertemu lagi? Tanya koin pada telepon umum.

… makin hening

Malam bercahaya
kuning-kuning menyala
sepanjang jalan
sepanjang langkah
menyemai peluh di anggukan derai-derai dedaunan taman terpanjang

anak tak beralas kaki
memelas mendekati
bertanya pada APILL yang rusak lampunya menyala semua. merah kuning dan hijau.
“Bagaimana kalau aku tak meminta-minta lagi?”

raga-raga melayang
jiwa-jiwa menghilang

Lihat!
ada orang.
“orang apa itu?”
“orang gila?”
“kenapa gila?”
tanya saja.

“hai kenapa kamu gila?”
bukan seperti itu bertanyanya
“hai kamu orang atau bukan?”

ditertawakanya si penanya
orang yang disangka gila
bukan sosok yang disangka orang menyulut sumbu tawa
si penanya ikut tertawa
yang menemani penanyapun ikut tertawa
malam-malam makin tua
bersendawa dan terbahak bahagia

mereka orang atau bukan? sedang gila.
tertawa sejadi-jadinya

… lalu sunyi

… makin sepi

“bagaimana kalau kita berbincang dengan diri sendiri? tanyaku padaku.

malam makin menengah
ada raga yang akan segera enyah
tapi jiwanya..

entah.

kamarhitam, 16JUL13

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s