Jurang Itu

Jurang terbentang di pelupuk mata,
teriakan-teriakan minta tolong menggema sampai di lubang telinga.
Aku tak berdaya,
mataku tertutup cahaya,
tak ada yang membuatku percaya,
mengapa diri bisa jatuh ke jurang yang sama.

Aku masih di tanah yang serupa,
menapak permukaan yang berbunga hampa.

Aku sembarang ingat saja,
jurang itu kini di depanku jua.

Kamarhitam, 4Jul13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s