Pencerita

Pencerita,
merangkai lema di bawah lentera,
di dekat bangku dan berpayung langit yang merendah ,
sejuta rindu bertarung mencoba giliran akan cerita,
tentang seberapa kencang suara-suara puisi bersuara,
tentang sebegitu seringnya menduga-duga bunyi-bunyian yang cerita panjang-pendek bersangka,
siapakah gerangan penikmatnya?
siapa juga yang mau menyempatkan beberapa waktu memperhatikannya?
ketika sunyi tak lagi bernyawa,
ketika sepi tak punya lagi sumber suara.

Pencerita datang,
membawa kalimat-kalimat dari pedalaman hutan,
menyibir nyanyian-nyanyian kota,
memuja-muji senandung desa,
masihkah desa dan kota sering bertarung hebat?
kala sebuah sapa bersembunyi di balik dedaunan,
mungkin seperti kawan dalam selimut,
bersebelahan,
menikam dirinya masing-masing.

Pulang pencerita.
Telungkup di balik meja kerja,
jarinya terjepit,
lidahnya terlepas,
punggungnya terluka,
terlalu lama bersandar pada prasangka.

tamansari, 3Jul2013

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s