Untuk Tuan

Tuan. Langit sedang murung. Wajahnya berselimut mendung. Siangnya hanya sebentar, keringatnya mengalir tiada tertahan. Dan bintang-bintang menciut ketika malam mulai larut. Bangunan angkuh mulai dibangun untuk mencakar-cakar awanmu. Mereka bilang ini prestasi. Tapi tuan, prestasi apa lagi yang ingin mereka rengkuh. Ketika mata mereka sudah rusak karena terkena debu.

Tuan. Bumi dirundung bingung. Mereka menyebutnya pemerataan. Tapi lihat, jalanan berlubang memakan korban. Nyawa-nyawa dibuat terbang melayang. Sebelumnya banyak yang berdarah masuk koran-koran menjadi berita yang tinggal berita. Tuan. Sampeyan menyebut ini apa? Prestasi? Tidakkah tuan kenyang dengan tanah-tanah yang telah tuan telan bulat-bulat, menyisakan lubang mirip kuburan?

Tuan sekolah hamba tuan. Atapnya langit. Buku-buku hamba basah terkena hujan, compang-camping halamannya dimakan rayap. Hancur berkeping hati hamba tuan. Tuan bilang ingin hamba meneruskan perjuangan. Perjuangan macam apa yang tuan maksud. Berjuang untuk melawan tuan? Melemparkan tubuh tuan dari gedung tinggi hingga terbenam di galian yang tuan bikin sendiri.

Jika itu yang tuan maksud. Maaf! hamba akan menggunakan nyanyian berbubuk mesiu. Sebelum tuan tumbang dan terbenam. Silahkan merasakan hangatnya bom waktu yang siap meluluh-lantahkan kepala tuan. Membuat sadar tuan ternyata memiliki kepala. Kepala yang seharusnya, menjadi kepala sebenarnya.

Sebentar saja tuan turunlah menginjak tanah. Ada resah yang terus-terusan basah. Ada tangis yang membatu di pipi hamba. Lepaskan alas kaki, biar tuan rasa bagaimana manisnya tanah tak bermateri. Hanya tanah, tuan! Dari sana tumbuh kegembiraan atau kesedihan. Tuanlah yang berhasrat membuatnya tertahan dan kemudian menghilang.

Entah tuan, gerangan apa yang bersemayam dalam hati. Hamba takkan pernah lelah. Membuat telinga tuan gatal dan gelisah. Lalu mengeluarkan cairan bau yang menyerupai bau kaki hamba.

Tuan yang telah mati berkali-kali. Hamba akan terus bernyanyi sepanjang hari.

kamarhitam, ditemani Dara Puspita, 19JUN13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s