Sebentar Hujan

Sebentar hujan, bersama angin ia datang, membawa kabar yang tidak
enak didengar. Meledak, sebuah istana meledak. Diduga penyebabnya
adalah atapnya yang tak sanggup lagi menampung ludah dan muntah.
Hingga datanghujan barang sebentar saja, atap itu; roboh, ambrol,
ambruk. Menimpa penguasa yang sedang tidur-tidur santai bersama
dayang-dayangnya, memakan buah anggur segar di dalam ruang
berpendingin udara.

Atap yang katanya kuat telah dirancang kaki-tangan tuan, ternyata daya
tahannya untuk beberapa tahun saja. Jauh dari rencana. Atap yang
selalu melindunginya dari deras hujan dan terik panas selama tuan
menjabat mulai letih. dan tuan tak menyadari. Ia lalai, kaki-tangannya
bisa jadi juga lupa. Komplotan yang manis-manis itu tenggelam dalam
puas yang tak nyata.

Selama mereka berkuasa. Hanya membuat rakyatnya mual. Rakyat yang
sebenarnya. Para penggarap, yang berteman bumi. Bukan rakyat yang
duduk di atas langit sambil tertawa haha-hihi ketika mereka tahu
keputusan--kebijakkannya hanya menimbulkan petaka berikutnya.

Dihiasi berbagai media massa dengan kesantunan yang menipu. Atapnya
yang kuat, letih dengan segera. Rakyatnya meludah setiap kali tuan
berpidato. Rakyatnya muntah setiap tuan bersilat lidah. Ludah dan
muntah untuknya tertimbun di atap istana.

Sebentar saja, hujan datang menepati doa-doa terpanjat, dari
mereka yang meludah dan muntah. Doa meminta hujan, yang akhirnya
datang serombongan membawa angin dan pertanda. Tuan tetap menutup mata,
memicingkan telinga. Ia hanya melihat lukisan dan foto-fotonya yang
enak dilihat di dinding-dinding istana. Atapnya cemburu berkerudung
kecewa. Mereka terabai. Gantian atap itu mengabai, tuan dan rekannya.

Ludah dan muntah, dengan mudah bergabung bersama hujan. Menghancurkan
penguasah yang kering dan arogan. Ludah dan muntah dari mereka yang
kecewa. Makan minum dengan gelisah. Mengantar penguasa tak berkuasa.
Menyambut mati perutnya membesar. Matanya sembab berkantung-kantung
jumlahnya. Baunya busuk bukan tandingan. Tuan dan rekan, mati
dikerubung tarian gembira.

blandongan, kopijahe, 13JUN13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s