Bunga-bunga Diam-diam

ketika hujan berhenti

bunga-bunga cemerlang dengan
langkah gemulai menari-nari
bernyanyi riang segenap hati
hati gembira terungkap
tak sembunyi

bunga-bunga merawat mendung
menumpuk rindu yang menggulung
bunga-bunga tak ingin patah
walau tak datang cerah
bunga-bunga terus merekah
senyumnya manis bibirnya basah
bunga-bunga bersenandung
suaranya merdu aduhai beruntung

bunga-bunga
siapa-siapa

meninggalkan janji hujan di sela jemari
kuyub badannya basah rambutnya
ketika hujan berhenti
tariannya menuju legkung pelangi
nyanyian mengantar pulang mentari
ketika hujan berhenti

bunga-bunga
dan
laki-laki

tak selalu ingin sendiri

***

Diam-diam

deret-deret barisan kata manis
deret-deret goresan sangka bengis
tak niat hati bertengkar hebat
hendak mengikat ilmu membabat

orang-orang hebat selalu bingung
tertawa mereka mendapat untung
dengan roda kuasa menggilas saudara sekata

di zaman yang sudah canggih
pandai bicara hingga berbuih-buih
tapi apa
badut yang sama
di layar kaca
melihat sebelah mata
lupa akan rupa

dari sekolah yang pecah kacanya
dari kelas yang runtuh atapnya
dari kelas yang rontok dindingnya
toh
kehebohan tunduk pada sunyi belaka
bagaimana bertanya
sebaiknya
apa itu
diam yang sesungguhnya

***

kamarhitam, the doors, 3Jun13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s