Tak Seperti Cerita

Namun itu semua bukan hal yang pasti. Seperti hujan yang daramg pagi ini. Mentari terbit kuningnya boleh berbangga hati. Tak perlu menunggu lama. Ketika kasur yang basah karena dijadikan tempat berfantasi kucing yang sakit perut rintik pun menyambut hujan yang disertai angin. Kasur yang tak berdaya basah kuyup disiram air asam. Mengantar pembuka untuk menjejali hari yang penuh nyali terkebiri.

Begitu juga cerita tentangmu. Tentang kehilangan yang menyudutkan. Terjejak semua ngeri yang pernah menari di atas etalase tubuhmu. Setiap jengkal amarah yang terlihat di kulitmu adalah gambaran bagaiman hari-hari yang mulai tak peduli kini makin menindihmu dengan jertitan yang sama. Desahan tang serupa. Tentang rindu yang tak kunjung mampir menyeka pengap peluh di dahimu yang menguning dan penuh rancang pandang. Ceritamu begini adanya. Lekas lelaplah derita yang menerbangi langit mulutmu yang berapi-api. Terus mengeluh dan mengutuk tali. Tak ada yang peduli. Abai-abai menghantui. Sekarang musik pun terdengar menghakimi. Musik yang kau gemari kini menunjuk jari untuk berhenti.

Lompat ke sana, terbang ke mari. Mulutmu terbuka tak terdengar suara. Makin dekat tubuhmu makin tak terlihat saja. Hanya riuh tepuk tangan dalam istana.

JNM, pinjam SP punya mas Ngal, 2jun13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s