Masih Ber(je)jalan

Menguap terjang kecermelangan. Di waktu menuju pagi yang tak bertepi. Lampu-lampu menyala di sekitar kepala. Ada tangis yang keluar dari bibir merekah pada wajah yang merah. Kenapa jalan berujung dinding itu belum terbuka juga? Masih berlakukah pandangan lama tentang lompatan-lompatan jarak jauh yang hanya membutuhkan bangku plastik untuk anak-anak yang bermotif bunga-bunga langit? Aku kira ambisi begitu tak terlihat namun bisa berujung tipu muslihat.

Lampu-lampu itu masih saja menyala. Menemani langkah yang sedang terseok melatih-merengkuh irama. Siang memang datang. Senjapun tak selalu hilang. Malam berlalu dengan riang. Tapi pagi? Lampu-lampu itu masih menyala. Seberapa lama terang menjelang. Siap redup dihadang jaman.

Lampu-lampu masih menyala. Ada gelas dengan kopi yang masih menganga. Menunggu bibir dan kata berjaga. Menemani pandangan yang masih ber(je)jalan.

Blandongan, 26mei13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s