Aku Berkunjung

baru saja

 

Aku berkunjung ke rumahmu

datang membawa sekuntum bunga

yang kuselipkan di balik jaket

kau keluar dengan busana sederhana

dan ku kata menyukai hal itu

segera perbincangan bermula

di hadapan pohon jambu

kau memandangku sendu

kau bilang aku, ragu!

terdengar olehku, aku ragu!

 

kemudian

 

aku berkunjung ke rumahmu

berkostum badut taman hiburan

kamu tertawa kencang sebentar

lalu menangis dan menerjang

setelah melihatku mengelap keringa beban

kau memelukku dengan gemetar

ada tawa seperti benalu

tangismu selalu

mengakhiri petualanganku

 

lalu

 

aku berkunjung ke rumahmu

di saat semua takut jadi batu

ku lempar kaca jendela kamarmu

karena sapaku tak terbalas olehmu

keluar lelaki bercelana pendek

dia menghujamku dengan pertanyaan

mukanya gelap matanya marah

aku duduk gemetar lidahku bertutur beku

mataku melayang menuju pintu

rinduku sembunyi di balik bangku

dan aku pamit pulang

kau di balik pintu

dan senja begitu saja berlalu

 

lama sudah

 

aku berkunjung ke rumahmu

mengelus-elus mahkota berdebu

kamu mendesah

suaranya menuju langit yang rekah

“malukah menengadah?” jawabnya

“mengapa tidak kau dekati langit

ketika bumi diam saat tanyamu semakin sengit”

 

kamarhitam, blur, 21MEI13.

 

*zn

anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s