Selatan Juga Basah

Malam ini dari utara yang mulai rintik. Belum seberapa jauh roda dua melaju, mantel hujan segera kami kenakan. Sudah sebentar ke rumah kawan mengantar titipan makan malam. Kami menuju selatan untuk melatih pendengaran terhadap yang nampak dan tak nampak.

Hujan turun makin ramai ketika kami mendekati ‘sekolah’ yang letaknya di selatan dari tempat biasanya kami meneduh hari ke hari. Selamat datang, hujan menyapa dengan iringan shalawat. Orang-orang ya hadir rapatkan barisan. Ada juga yang berdiri dengan masih menggunakan mantel. Ada juga yang duduk-duduk mengiri ruang demi ruang. Hujan bernyanyi malam ini, menemani latihan kami.

Bisa benar, kalau ada ungkapan, ‘hujan adalah berkah bagi mereka yang mau bersyukur’. Dan kami beryukur masih bisa menghadiri ‘lingkaran ilmu’ malam ini diwaktu yang terasa terus berlari. Dan sebisa mungkin malam yang basah membuat rasa kami terus terasah. Semoga.

Lingkar Maiyah, 17mei13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s