Tentang Hampir Gagalnya (tidak) Merindu

Pernah terbesit untuk berhenti bercerita tentang kerinduan, bukan karena ide yang hilang dimakan pengerat apalagi serangga. Hanya karena kata-kata rindu mulai terbang ke segala arah. Terkena dinding, menempel dan sebagian lagi memantul kena kepala, terkadang menyakitkan, selebihnya malah menumpuk rindu itu menjadi berlapis dan menebal.

Kerinduan terkadang membuat seseorang menjadi cerewet, banyak bicara, ramai tingkah. Sehingga lupa telah mengungkapkan rindu itu dengan brutal dan tak terkendali kemudian hilang menyatu dengan udara membantuk awan dan siap menumpahkan hujan, beserta badai jika ingin. Atau menempel bagai kerak beberapa hari di dasar cangkir, lalu hilang menuju saluran pembuangan dan menyerap dalam tanah, menyuburkan tumbuhan, membuat panas tersaring teduhnya. Atau mungkin kerinduan sudah tidak dapat tempat untuk menguap. Terjepit diantara huruf-huruf rapat papan ketik perangkat digital. Tersumpal pada bibir-bibir berlipstik “tebal” karena gengsi dan

Begitu rumit dan tidak sederhananya rindu itu. Karena rindu seringnya menyumbat aliran darah ke kepala. Membuat bingung yang menanggungnya, membuat yang dirindu semakin besar kepala. Terlepas perihal tentang rindu yang terbalas atau terabaikan. Rindu sepertinya punya ruang khusus yang bisa saja dihuni oleh zat padat, liquid maupun gas, atau jangan-jangan rindu itu seperti cahaya. Ketika gelap menjadi berarti, mata menajam karenanya. Ketika terang memberi warna lebih, mata terpesona sebabnya.

Namun ternyata aku telah gagal untuk tidak bercerita tentang kerinduan. Pada senja jingga dan senyum merekah dari wajahnya. Ketika kami menertawan model rambut dan pakaian kami sendiri. Ketika kami sering memperdebatkan apa yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Ketika kami sering membahas musik baru yang kami dengar. Tentang semua yang kami gemari dan benci.

Dan kata-kata mengalir begitu saja. Ya karena aku merindukannya, dan kerinduan itu bisa sangat sederhana. Salah satunya. Aku rindu padamu.

Kamarhitam, ditemani @simelbi, 8MEI13.

*zn

anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s