Gores Itu Membusuk Sudah

Membusuk. Gores itu sudah membusuk. Banyak lalat terbang di sekelilingnya. Banyak ulat yang mengerubunginya. Baunya, begitu menyengat. Orang-orang yang lewat, dari jauh sudah menutup hidung mereka. Meludah dengan sendirinya setelah melewati gores itu. Gores yang ada di simpang-simpang jalan. Gores yang tergantung di tiang-tiang. Gores yang angkuh dan congkak. Gores yang menipu. Palsu. Pura-pura peduli. Replika. Busuk! Membusuk. Terkena asam air hujan. Terpapar terik matahari. Debu-debu jalan dengan senang menempel.

Jika saja mencintaimu adalah dengan menimbulkan perang dan prasangka. Aku sudah pastikan akan memilih diam dalam bahasa yang paling sulit untuk dipercaya. Dan jika saja mencintaimu mengharuskanku mencium pantat dari mereka-mereka duduk manis di balik jubah kuasa terhormat katanya. Maka aku tetapkan tetap berjalan pada  jalurku sendiri. Jalur yang selalu membuatku percaya pada Ide yang menentramkan. Meski pertanyaan-pertanyaan dalam, belum sekalipun aku dapatkan jawaban pastinya. Hitam dan putih selalu ada, mengiring derap langkahku. Kadang merah merasuki. Kadang kuning menyusup. Ku tetapkan untuk selalu menjaga ketidakjelasan di permukaan. Karena ketidakjelasan telah jelas-jelas membuatku selalu ingin bergerak. Melepas semua kungkungan metode-metode penaklukan praktis pada pikiran. Aku yang aku kenal adalah sombong yang akan luntur segera terkena soda dan busa-busa sabun.

Di samudera yang mulai jingga. Gores, perang, pantat, hanyut terbawa kisah sisi-sisi tubuh yang terkena kesedihan. Tak perlu dikasihani. Karena pelaku yang membuat kesedihan-kesedihan itulah yang harusnya dikasihani. Maka aku, aku yang masih percaya bahwa setiap orang adalah baik. Jika mereka berbuat jahat. Bisa saja diri mereka telah terlepas dari jiwa yang bebas. Membuat penjara diri untuk dirinya sendiri. Dan menyiksa sendiri dirinya. Seperti plastik yang entah di dalamnya tersimpan bangkai-bangkai peradaban. Yang akan koyak oleh waktu yang sederhana dan semangat juang.

kamarhitam, ditemani anamnesis-nya si melbi, 24APR13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s