Dul Masihkah Itu Kamu

Dul. Ingin ku ceritakan kembali padamu
Tentang cerita yang pernah kau ceritakan padaku
Tentang gunung
Gunung yang merah puncaknya itu
Tentang pesisir
Pantai yang putih permadaninya itu
Namun dul
Tak ada lagi (masihkah?) jejak kita
(Mungkin) Angin telah menyapunya
(atau) Hujan sudah menghapusnya

Tapi dul, tenang
Ada yang masih tersisa
Ceritamu tentang bulan
Kisahmu tentang bintang
Mereka masih bersemayam
Di langit kita
Tak pernah hilang dul
Walau awan hitam bergerombol
Terik mentari menyinari

Tak pernah hilang dul
Kamu menuliskan dengan hati
Aku tahu resahmu seperti belati
Takkan tajam hanya pada roti

—-

Dul, kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang?
suara kereta dul. Derunya.
Tak lama lagi aku akan kembali
Menari-nari dengan jawaban
Menari-nari dengan angan-angan

Aku takut sebetulnya
Tapi aku hempaskan ia
Aku percaya dul
Masih percaya
Selalu ada tempat untuk pemberani,
seperti katamu
Aku masih pegang itu

Aku tahu
Takutku tak lebih dari takutmu
Kau tak lagi takut lapar
Aku masih
Kau tak lagi takut mati
Aku?
dan senyummu selalu
Membuatmu lupa
Pada permasalahan langit
Kau setia mencium bumi
Masih gemar berjalan dengan pikiran
Aku?

aku menangis dul
Melihat dia hari lalu
Sekarang dia sering menghindar
Kekuatannya digerogoti ambisi
Aku meratap
Sebentar saja dul

Melihat cita-cita kita
Tentang manusia dan karyanya
Tentang manusia dan tugasnya
Mereka sering marah
Sering membiarkan kerikil yang kita lempar sembari senyum
Karena kau tahu apa?
Sepi bukan lagi kawannya
Sedang kita masih saja gandrung dengan senyap
kita masih percaya
Ladang yang hijau itu takkan tergerus ombak laut
Karena pasirmu masih nyaman di pinggirnya
Benarkan dul?

Gelas – gelas mencari bibir
Keras – keras mengungkap tabir
Bukan lagi kawan
Bukan lagi lawan
Hanya kau dan aku dul
Yang dijauhi angin dan kabut
Di dekati terik dan badai

—-

Untukmu dul resahku menyapa
Untukmu juga dul gelisahku bersayap jingga
Dan dul
Semoga waktu masih cukup
Untuk kita berlayar bersama
Melewati gelombang dan pusaran
Pergi mendekat ke lahan pinggir sungai
Kau bisa memancing mimpi sepuasmu
Dan aku bernyanyi jejak sunyi sekencangku.

Sekian dul.
Semoga dul.

Kamarhitam, ditemani Ebiet G Ade, 23APR13, selamat hari buku international. Baca baca baca berbagi: tulis, cerita.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s