Meninggalkan Diri Sebentar Saja

Duduk dengan kaki sila di atas karpet hangat. Cahaya lampu yang terangnya tak seberapa. Suara rebana dan nyanyian pujian. Berdampingan dengan si resah di atas kepala. Dengan si gelisah di punggung badan. Berdampingan dengan si ragu di sebelah kiri dan si gundah di sebelah kanan. Malam yang kompleks. Di depanku tanya? Berdiri tegak dan gagah. Wajahnya tersenyum. Bahasa tubuhnya mengisyaratkan ajakan. Tak jelas. Ajakan seperti apa. Menajamkan telinga. Mendengar dengan hati yang sudah rusak bilik-biliknya. Memejamkan mata. Berbicara dalam diam.

Begitu mudahnya. Mungkin. Terombang-ambing di lautan yang maha tak berjarak ini. Condong ke timur semakin terang jalan . Condong ke barat senja yang jingga menentramkan. Duduk.termangu, hanya. Menikmati angin yang bertiup. Hawa udara yang memeluk. Kepala kembali tertunduk.

Panca Indera ini sudah mulai rusak, keras terasa. Jika tak bergerak. Sudah waktunya berpindah tempat. Meninggalkan diri sebentar saja.

Bantul, lingkaran Maiyah, 17APR13

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s