Berenang Dalam Kolam Kecil

Aku tak tahu apa yang ada dalam pikiranku saat itu. Saat kita berenang dalam kolam cumbu berukuran kecil. Aku basah teramat basah. Nafas menderu berdebar-debar. Ada ruang yang tercipta di dalamnya, ikan-ikan kecil mirip kita berenang tak tentu arah, mencari bikmat secercah.

Aku duduk di pinggir kolam. Menggoyangkan kaki mencipakkan air. Kamu begitu mahir berenang. Aku dibuat malu tertunduk di sisi kolam. Bukan lagi air yang keruh kita renangi. Atau air yang jernih kita arungi. Hanya air kata yang mengalir membasahi rongga tenggorokan. Aku dan kamu tertawa kecil. Menertawakan kekonyolan yang kita jalin. Aku dan kamu tak tahu apa yang membuat kita menjadi buas. Sebuas petir menyambar pepohonan tinggi, membakarnya, hingga sisa kayu-batang yang gosong menjadi kosong. Ketakutan akan kejutan-kejutan yang tak terlintas kepala. Menjadikanku semakin pengecut di hadapmu.

Demi sebuah singgasana obrolan. Aku menjadi-jadi. seolah-olah menari. Menikmati dan riang bernyanyi. Kamu dan aku harusnya tahu. Bahwa kita berenang di saat semua spontan terjadi. Letupan-letupan emosi dan desah kehidupan menjadi sebuah warna tersendiri. Di kolam renang yang kecil itu kamu menangis. Aku merunduk. Kita tercenung. Semua tawa sudah terlontar. Inikah keinginan terakhir? Aku tak bisa menduga-duga. Biarlah ia melompat sesukanya. Sesuka hatinya. Biarlah.

Kamarbim, suaa televisi, 12APR13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s