Untuk Nona Di Sana

Untuk nona yang di sana
Di balik jendela menatap hujan
Ada sepenggal kisah tertinggal di jalan
Ketika langit mulai murung dan menitikkan kasihnya
Demi sebuah peringatan
Demi sebuah pernyataan
Langit tak pernah diam
Langit tak pernah menutup diri

Untuk nona yang di sana
Di balik lembaran buku-buku tugas
Di samping olah karya dari kuas
Di depan monitor menatap beringas
Ada sesuatu untukmu
Sebuah cerita tentang bumi yang menanti
Resah dihantam roda-roda gelisah
Diremukredamkan oleh basah
Tak pernah bumi bercerita
Bukan karena tak bisa bicara
Hanya langit begitu tak terengkuh
Awan-awannya menutup pandangan
Berkumpul berserikat mengundang hujan

Bumi kini senyap
Dalam terawang teduh langit gelap
Semua tak pernah tahu
Bahkan tak mau tahu
Bumi tiarap
Langit telanjang

Sampai mana tadi?
aku tak pernah menyangka
Aku dan kamu di antaranya
Antara langit dan bumi
Hempas oleh angin
Hinggap di dedaunan
Merayap di bebatuan
Langkahmu laju tak tertahan
Jejakku malu, pelan perlahan

Sekian waktu hingg kering pedestrian kisah
Di mana ada keraguan berbaju cerah
Di situ ada ketakutan berlebihan
Dan di sini aku sedang bergelayutan
Dengan semua yang pernah terucap
Aku menerjang gelap
Sendirian

Kamarhitam, ditemani The Strokes selepas perjalanan MJL – YK, 10APR13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s