Pesan Di Balik Bantal

Hujan tak datang menyiram hari
Matahari tiba walau terlambat
Seperti kabarmu
Mampir sebentar sembunyi di balik bantal

Bangunku karenanya, kabar yang berisi kata-kata rindu
Terbaca saat pagiku yang pekat karena kopi dan malu
Pesanmu mengambang di larutannya
Terbang memenuhi langit-langit kotak persegi yang membiru

Mataku perih membaca-baca
Bukan karena kata-katamu sulit dimengerti
Tapi jendelaku tertutup kain yang kusam
Penuh debu dan keringat
Matahari enggan menyinari pesanmu
Aku memilih keluar dan membacanya
Awan berarak, menyatu, bergelapan

Makin saja ku gemetar mengejanya
Per-kata demi kata
Pesan yang tak selalu singkat
Tapi begilu melekat
Hanya saja aku merasa ada jarak yang kian dekat

Entah sebab,

Pagiku menjadi sembab
Menanti kabar lagi darimu
Yang lalu sembunyi di balik sendal
Tertambat tanah basah yang mengering
Pesan tentang sebuah gerbang cerita
Yang kita tak pernah tahu apa saja yang ada di dalamnya
Kita hanya menerka
Lagi dan hanya menerka

Ceritanya, kitalah yang buat bersama
Dari sebuah onggokan kata
Menjadi kata-kata
Lantas menjadi cerita
tentang rasa

Dari balik bantal
Dari pesan itu
Mohon diriku merabamu

Majalengka, 9APR13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s