Tentang Sebuah Lagu

Di bangku taman kita bersandar
Melihat daun-daun jatuh menyentuh tanah
Bersama angin kita bercerita
Tentang langit senja yang ceria

Tahukah kamu, pada apa aku bersandar saat itu?
Pada punggung yang tegak karena waktu

Celotehku mengalirkan kesaksian
Kamu termangu, dengan tatap sejuk mendengarkan.

Suaraku makin senyap, lebih pelan dari daun yang terbang
Kamu tetap memasang telinga di ujung hari yang melaju

Tak ada yang dengar,
daun-daun gugur karena terlalu berat menahan rindu
Angin menghempas karena tahu,
dan daun-daun tersenyum
Angin lekas berlalu
Cuma dan cuma kamu
Yang tahu itu

Seperti ketika hari yang lalu
Ketika hujan mengaharuskan kita berteduh
Kau dan aku berbagi ragu
Kau dan aku bertukar lagu
Haruskah kita memusuhi hujan
Yang membuat tanah jadi basah
Yang membuat langit menjadi resah
Kau dan aku terus bersenandung
Di saat hujan, kita menyatu

Di taman hijau, teduh dan sendu
Kini aku duduk sendiri
Ketika aku terjebak pertanyaan masa kini
Selalu ku buka lembar-lembar yang kemarin

Masihkah kamu gemar menantang ragu
Masihkah kamu bergumam tentang rindu

Di saat hujan rintik itu
Bernyanyi lagi terus lagi
Tentang sebuah lagu
Aku melihat mentari berpindah posisi
Meninggalkan senja yang muram
Tanpa gerakmu di sisi

Tak banyak yang tahu
Punggungku masih tegak menunggumu
Dari waktu ke waktu

Kamarhitam, ditemani teman digital, rolling stones, 2APR13.

*zn
Anakwayang

4 thoughts on “Tentang Sebuah Lagu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s