Hotel Yang Kelam

Terakhir waktu bertemu dengannya di dekat gedung bekas hotel yang sudah kumuh dan dijauhi itu. Untuk mereka yang baru melihat tak akan menyangka bahwa gedung itu dulunya adalah hotel ternama. Sekarang hanya papan nama besar miring menunggu jatuh untuk menyatu dengan rongsok gedung, yang masih menempel disalah satu sudut dinding depannya. Itu yang tersisa. Lainnya hanya tinggal cerita. Cerita yang membuat orang-orang yang mendengarkan akan bergidik bulu romanya. Orang yang bercerita akan sakit perut mengingat kejadian. Cerita-cerita yang beredar semakin menenggelamkan kejayaan hotel yang sempat jadi kebanggaan warga kota tersebut. Kini orang menyebutnya hotel Durjana.

Lama sudah setelah hotel itu menemui kehancurannya. Kelam yang murung itu tak sering lagi nampak nyata. Ia yang dulu bekerja sebagai petugas keamanan. Kini sering menghantui kepalaku. Setelah pertemuan yang berlanjutan di rumah sakit. Pertama, ketika aku mengantar kawan yang berobat karena menganggap remeh waktu makan.

Namanya Kelam. Terbaca di seragamnya yang compang-camping, amis darah menyengat, luka bakar menganga membuat aku sempat menahan napas dan menutup mata karena tak tahan melihatnya kondisinya.

Setelah itu, selang beberapa waktu. Aku bertemunya lagi di ruang perawatan yang sama dengan kawanku yang anjlok kondisi badannya karena mengabaikan obat pemberian dokter. Luka Kelam yang teramat parah, membuatnya harus berlama-lama di rumah sakit.

Dari sanalah ketika menemani kawanku itu. Aku banyak mendengar cerita yang suram dari mulut Kelam. Terdengar kejenuhannya, ketakutan yang masih setia menyelimutinya, kekhawatiran yang menemaninya, membuatnya jadi amat penakut kala malam hanya karena mendengar suara kursi yang digeser. Sreeekkkkk.

Ia ingin segera melihat langit biru secara langsung. Tidak lagi melalui sisi jendela ruang perawatan. Ia mendengus terus. Dari nafasnya terdengar lagi kebosanan yang memuncak.

Aku hanya bisa mengangguk ngeri tak mengerti. Sesekali melihat kawanku yang tertidur pulas setelah meminum obat.

Hari ketiga ketika kawanku sudah diperbolehkan untuk pulang. Aku melihat Kelam terakhir kali. Kulihat wajahnya yang pucat. Seolah kehilangan telinga untuk kedua kalinya. Telinga asli Kelam harus dipotong karena membusuk. Dari wajahnya terlihat rasa kecewa. Aku lagi-lagi hanya bisa mengangguk. Menatapnya terakhir kali. Ketakutanku menjadi-jadi.

Keesokkan harinya, ketika ku sedang menikmati kopi dan tidak biasanya aku berkeinginan mencari koran. Dengan kopi dan koran ku coba membunuh sisa kantuk. Sambil menunggu jam 9 untuk pergi ke kantor pos mengirim kartu pos senjaku yang tertunda, harusnya kemarin sore itu aku mengirimnya. Tetapi karena wajah Kelam yang membayang. Aku takut melangkah dari pintu kamar. Kutunggu benar-benar terang dan pagi ini adalah waktunya. Sudah kuhabiskan sedikit ketakutanku dengan mimpi super buruk. Mimpi dengan adegan orang terbang dari jendela menggapai langit biru, namun nahas sayapnya yang kuat telah lapuk di makan rayap dan kutu kasur. Ia terjerembab dan aku bangun tergagap. Aku punya keberanian yang juga sedikit dibuat-buat pagi ini. Kopi dan ku pikir koran bisa membuatku agak tenang.

Ternyata aku keliru. Koran itu makin membuat ketakutanku menebal. Ketika aku meminum genangan kopi terakhir, di ampas kopi itu kembali terbayang wajah Kelam yang kelam. Mataku terarahkan, kubaca salah satu berita yang bertinta darah, tulisannya basah, tentang seseorang yang melompat dari salah satu ruang rumah sakit, kepalanya pecah. Seorang itu adalah pasien rumah sakit yang kukenal belakangan, namanya tertulis aku kenal, dan aku takut untuk menyebutkannya kembali. Jadi yang terakhir ku keketemui itu adalah. Hiii.

Kamarhitam, memutar SeekSixSick, 24MAR13.

*zn
Anakwayang

One thought on “Hotel Yang Kelam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s