Bule Si Kucing

Sambil nenonton kawan yang sedang merapikan kumpulan buku-bukunya. Aku kepikiran untuk menceritakan kembali seekor kucing yang menjadi anggota keluarga (mungkin) ke-13 di rumah kontrakan kami. Yang kami pindah tempatkan dari kesendirian di tempat yang biasa ramai kala sore yang cerah, ramai karena ada acara pernikahan, kunjungan, acara lowongan kerja, hingga wisuda.

Sore itu kami bertiga, berlari sore di sana turut serta membawa Cimeng– kucing hitam kami untuk bermain di lapang berumput. Tak lama setelah dua putaran kuhabiskan. Seorang kawan lari mengatakan bahwa ia melihat seekor kucing kecil. Teramat kecil, dan kami berbagi tugas. Kawanku menjaga kucing kecil itu dan aku mencari tanda-tanda induk/kehidupan kucing di sekitar gedung, tak mendapatkan titik cerah perihal jejak-jejak induk karena memang luas tempatnya. Kami memutuskan untuk membawanya ke rumah.

Sore hari itu tidak jadi berkeringat, aku dan kawanku membawa, Bule,  kami memanggilnya karena warnanya percampuran kuning dan putih, ke klinik hewan. Setelah diperiksa kami pulang membawa susu khusus kucing dan makanan basah khusus anak kucing (kitten). Karena Bule memang masih menyusui dan belum makan pakan padat. Dokter hewan menanyakan kenapa kami mengambilnya, ku jawab bahwa sudah kami tunggu beberapa saat sambil mencari untuk meyakinkan diri bahwa kucing ini telah tak berinduk. Dan Vet bilang bisa saja induknya sedang mencari makan. Namun telah kami putuskan untuk tetap merawatnya daripada mengembalikan ke tempat semula. Karena kemungkinan si Bule terlindas kendaraan lebih besar. Di sekitar tempa ia diketemukan,adalah tempat orang-oramg memarkirkan kendaraan. Dan aku tak menginginkan hal itu sampai terjadi.

Setelah beberapa hari di rumah. Kami membawanya ke klinik lagi. Karena Bule hanya kencing, tidak buang air besar. Itu alasannya mengapa kami membawa ke klinik langganan kawan pemerhati ular.

Di sana Bule diberikan pelumas untuk mempermudah ia pup setelah itu di beri obat cacing. Dan pulang kami membawa vitamin dan obat pencernaan.

Ternyata pulang dari klinik setelah memberi makan dan memberikan obat. Ku membersihkan kamar, yang jadi tempat main mereka, kutemukan kotoran yang diduga punya Bule, di bawah meja monitor. Jadi hari itu sebelum ke klinik si bule sudah pup dulu. Tenang rasanya. Setidaknya kekhawatiran kami sudah terjawab. Semakin tenang jika sudah dibawa pada ahlinya.

Sekarang Bule sudah bisa lari-lari kencang. Tingkahnya yang aktif membuat rumah punya nuansa lain. Bule juga jadi bahan olokan/godaan si Cimeng.

Di rumah, Bule yang pertama kali berjalanpun sempoyongan kini suka berlari-lari dan mulai menampakkan taring. Ia mulai suka menggigit. Dari kaki kami hingga telinga. Dan mulai melawan ketika diganggu iseng oleh Cimeng.

Semoga Bule tumbuh kuat dan sehat.

Kamarhitam, memutar Rocket Rocker album Soundtrack For Your Life, 22MAR13.

*zn
Anakwayang

One thought on “Bule Si Kucing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s