Aku Mati Dini

Entah apa yang ada di pikiran manusia itu. Selalu dan selalu memperlakukan dirinya sendiri seperti orang baru lagi asing. Meninggalkan malam dengan dugaan-dugaan yang tak beralasan. Menyambut pagi dengan cacian-cacian yang membabibuta berserak di jalanan. Tidakkah ada sedikit pengetahuan untuk apa semua itu? Jika hanya untuk mencari kenyamanan diri, sendiri?

Membiarkan sebuah dugaan terus tumbuh di halaman depan rumah, berkembang menjadi tumbuhan pengganggu yang daunnya mulai masuk hingga kamar mandi, tembus ke dapur hingga sela-sela usus. Semua takkan merubah “apa-apa”, selain rumput ilalang yang makin tinggi, daun-daun mati yang terkapar tak tahu arti. Membuat rumah seakan nampak dihuni sesosok manusia zombi yang takut matahari. Tak lagi kuat menggenggam belati apalagi untuk kencang berlari.

Cacian-cacian yang terserak membuat jejalanan penuh sesak. Menghalangi langkah untuk berlari. Menghambat lari untuk melaju. Sekian waktu hanya meraba-raba lubang yang mendekam. Tak lagi jejalanan jadi cerita yang menarik, lagi-lagi hanya cacian-cacian yang berwarna-warni tak ubah indahnya pelangi namun suram lagi menyedihkan. Terkurung di langit yang berbau anyir nanah bekas luka yang menyebabkan cacian-cacian bertumbuh subur, semakin makmur, dan terus menggegoroti umur yang kian jauh dari pintu rumah. Jauh dari daratan, lebih jauh dari lautan. Dengan masih mempercayainya sebagai keindahan yang telah terbukti?

Ketika semua itu benar jadinya. Aku mati dini. Mati lebih dini. Aku takkan banyak bicara seperti dulu. Banyak tertawa di kala sendu. Tak banyak menangis kalau teriris. Kematian telah menjemputku lebih awal, dengan kereta kuda yang berwarna jingga. Menjemput semua mimpi-mimpi yang tak lagi terhinggap. Lalu membiarkannya usang dimakan kesendirian, mati mengeras dalam kotak musik dengan lagu lama yang berirama keputusasaan, penuh dendam dan kebencian.

Bukankah itu karena mencari kenyamanan diri sendiri? Ya aku (telah) mati (lebih) dini.

Kamarhitam, derau kipas, 18MAR13.

*zn
Anakwayang

One thought on “Aku Mati Dini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s