Masih Mengetuk Pintu

aku datang dari kedekatan
mendekat lagi sangat dekat
untuk terus mengetuk pintu kamarmu,
tuk tuk mengetuk
lalu menunggu

dalam kondisi begini menunggu
yang di kepalaku banyak bunyi langkah-langkah bernyanyi
inginku mengajaknya berjalan-jalan dengan kaki
membawa beberapa bayangan dalam pikiran
menumpahkan semua jejaring
ke tanah, kuinjak sengaja
sementara yang sudah bersayap
terbang mengudara
riuh ramai
dalam hening sunyi

panjang pendek kata

semakin seorang mengantungi berlembar-lembar pengetahuan
semakin dirinya menyadari batasan

tak juga berubah
walau lagi tak sama

melihat-lihat ke bawah
memperhatikan kakiku yang selalu kotor
berselimut remah-remah tanah
diam membiru
di antara banyak bayangan yang menari-nari di teras kamarmu
menyerupai debu
rinduku
berlayar menyusup
melewati lubang kunci pintu

kudengar suaramu tertatih menerjang malam itu

cahaya mengalir keluar
di sela pintu yang dibuka
tidak tampak wujudnya, tapi ada
membukakan pintumu
untukku

senang menyergap, mendirikan bulu leher
kulangkahkan segera
bersamaan kedua kaki ke tempat rahasia itu,
memasukinya,
memanggil terus namamu,

tanpa nada, tanpa tanya

kudapati dirimu telanjang dengan mulut tersumpal buku di pojok lemari kayu

kamarhitam, mendengarkan Pink Floyd, 12MAR13.

*zn
anakwayang

2 thoughts on “Masih Mengetuk Pintu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s