Coba Menggambar

Ku tak tahu lagi harus menggambar apa. Banyak kuas yang sudah kuhancurkan untuk mencoba kembali menggambarkan garis-garis tubuhnya. Dari semua benda yang pernah kucorat-coret, bukanlah kanvas yang kusuka sebagai mediumnya, melainkan lantai keramik yang berwarna polos ini. Lantai keramik yang juga kamu miliki.

Bukan tanpa alasan, mengapa ku suka menggambar dirimu dilantai keramik. Selain halnya agar diriku dan dirimu selalu dekat dengan bumi? Itu yang masih kupegang kenapa kanvas selalu kuhindari untuk menggambarkanmu, aku khawatir, ketika kanvas itu sudah diberikan pigura, akan begitu susah dijangkau, gambarmu, mungkin jangan-jangan juga dirimu.

Sesekali gambarmu terinjak, sesekali terhapus kain pel, sesekali terkena genangan air kencing dari kucing. Dan itu hanya sesekali, lebih seringnya gambarmu, meresap sampai ke tanah. Entah keramiknya yang buruk, atau gambarku yang jaih dari standar seni, sehingga gambarmu saja malu untuk menampakkan diri lalu meresap, bersembunyi di keramik itu. Aduh, maafkan aku.

Sedang kucoba untuk menggambarkanmu sebaik wujudmu, lekuk tubuh, garis mata, hingga sungging senyum yang sering kau berikan padaku, itu semua tak pernah kamu permasalahkan, semisal minta harga bayaran yang setimpal, aku tak pernah tahu seberapa miskinnya aku jika kamu datang meminta jatah atas gambarmu yang bisa jadi kamu anggap bahwa aku hanya akan mencemarkan nama cakapmu.

Percobaanku tak henti-hentinya sampai aku merasa mengantuk, ya hanya karena kantuk, aku bisa berhenti bergerak dalam arti sebenarnya untuk menggambarkanmu. Tapi didalam tidurkupun aku merasa, sedikit merasa bahwa aku bergerak, merangkai garis-garis untuk menggambarkanmu. Itu pun rasanya. Sangat bisa jadi rasa itu keliru bahkan mengada-ada. Andai saja bisa kurekam semua tingkah lakuku dalam tidur, mungkin juga aku sedang menggambarkanmu, itu mungkin saja. Tapi aku tak berani, sungguh tak berani, masih sering ototku mati, sadarku jadi. Aku seperti tertindih makhluk tak nampak, namun terasa melelahkan setelahnya. Dan nyatanya aku hanya bisa bermimpi menggambarkanmu dalam mimpiku, itu pun selalu saja, gagal di percobaanku, bisa karena terbangun oleh pengingat, atau miauwan kucing di rumah kami, tak lebih menyenangkan jika terbangun oleh suara gelas yang pecah karena tertendang olehku sendiri.

Sebentar saja, kucoba menggambarkanmu lagi, tapi ternyata masih saja belum seperti yang kuharapkan, dan bisa jadi jauh dari harapanmu. Atau jangan-jangan, lagi jangan-jangan harapanmu itu bukan harapanku juga, atau ternyata kitapun masih berharap untuk punya harapan? Ah jangan-jangan juga itu cuma untukku. Jika benar adanya, wah. Mudah-mudahan jangan sampailah itu terjadi. Minimal, ada secercah, titik-titik ide yang menggerakkan organ-organ kusutku untuk terus mencoba menggambarkanmu mendekati utuh.

Nah sekarang lihat aku sendiri menjadi bingung, untuk tidak bingung. Menggambarkanmu lagi-lagi menggambarkanmu terlepas dari semua ingatan yang pernah kamu ludahkan ke mukaku. Lalu dengan manis kamu mengelapnya dan memberikan air mineral untuk mencuci mukaku tanpa sabun. Karena menurutmu menggunakan sabun menjadikannya citra tidak menjadi natural adanya. Dan saat itu aku sepakat denganmu. Karena ludahmu.

Namun sekarang, aku menantangmu. Hai “diriku” yang jauh tersesat di balik tumpukan kardus-kardus bekas dalam gudang senjata. Mengapa kamu tak memulai untuk menggambarkanku semaumu. Jauh dari gangguan yang kukirimkan untukmu. Walaupun ku tahu, kamu akan menolaknya. Dan kembali menyemprotkan ludahmu ke mukaku. Dan kamu tahu karena aku suka diperlakukan seperti itu. Dan untuk mereka yang tertawa karenanya, aku ucapkan terima kasih. Karena pengembaraanku untuk menggambarkanmu tetap berlanjut, hingga aku bosan membatu dan dimakan cacing.

Kamarhitam, mendengarkan pink floyd album Ummagumma, 4MAR13.

*zn
anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s