Seorang Pemuda

Menantang matahari yang sedang bertugas menyinari bumi. Langkah seorang pemuda melewati genangan sisa gerimis tadi pagi yang mendung dan malas. Tepat pukul 13 lewat sedikit cuaca cerah cepat mengganti mendung. Gerimis menjadi tak lagi amis. Siang yang cerah dan cenderung terik. Seorang pemuda menapakan jejaknya pada jalanan yang berlubang, penuh luka dan dendam dalam kubangan.

Tiba-tiba saja sebuah truk bermuatan kenangan lewat di jalan itu. berjalan sempoyongan, sembarangan, pasrah melintas di antara lubang-lubang luka, berjalan menghindari dari kiri ke kanan. Pemuda itu tertunduk, melihat kembali alas kakinya yang menganga. ada bercak darah, bekas perkelahian tiga tahun yang lalu. bertarung dengan seekor serigala berseragam gelap warna-warni. Matanya tertutup kala itu oleh rasa takut yang mengangkang depan penglihatan. Namun situasi terdesak membuatnya bertahan, lalu tumbuh bibit melawan. Serigala itu menjadi sosok yang menakjubkan untuk penguasa tanah desa. Lagi, ketika penguasa bisa menutup mata para kaum-kaum tertinggal. Sekarang berbeda, jauh berbeda, kejenuhan membuat rasa marah yang diam-diam terpaksa senyap kini berapi menjulang menghadap langit. 

Seorang pemuda, ketika cintanya terancam. cinta universal yang dirawatnya dari tatapan pertama ke dunia. dalam benaknya, dalam darahnya kini mengalir rasa bosan. Ia berjalan dengan mengantungi api, mengalungi sepotong jari.

Bekas gerimis, kisah langit yang mendung, sementara ini harus ditinggalkannya dibelakang punggung. Tanpa dihapusnya. Untuk sesekali bisa ditengoknya untuk mengambil sari buah yang terkandung. Jalan, berjalan terus. Dengan terik yang menggerus. Pemuda itu tahu, keringatnya belum berwarna merah, darahnya belum muncrat dari kepala. 

“Silahkan menggilai sendu, akan ku buat nada irama merdu. SIlahkan menggilai ramai, akan ku semai udara damai.” Ia nyanyikan bait-bait tadi, sambil berjalan menikmati lubang jalan. Baru ini cara yang bisa dilakukan, menikmati dan mengatur strategi.

Sekre, lagu sembarang, faqih + ilham + untung, 21FEB13.

*zn

anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s