Oleh Gelap

Bagaimana kalau kita membicarakan Terang? Setelah Kelam menempuh ajal dengan cara orang lain. Terperosok ke dalam selokan dengan kepala yang hancur dihantam amarah luar kendali. Kelam telah lebih dulu pulang, lebih dulu ia berdamai dengan rasa ingin tahunya yang melebihi batas kewajaran menurut seorang penguasa amarah.

Terang lahir oleh gelap. Tanpa saksi, tanpa kawan. Hanya ada nyamuk, lalat buah dan cicit anak tikus kelaparan, karena orangtua tius terlindas kendaraan ketika ingin menggapai tempat sampah rumah.bertingkat, amat mewah.

Terang besar di sebuah kampung yang berisi para pemuja surga, dan sedikit pelaku dunia. Terang bahkan sudah diajarkan bagaimana melafalkan sebuah mantra pengusir kasih yang manjur. Yang bisa mengsbulkan keinginan Terang untuk menenggelamkan semua kegelapan yang membuatnya tak berkawan. Tak berlawan. Terang kini sudah kepala batu. Usia tak lagi jadi perhitungannya. Dia, terang menganggap bahwa usia mungkin hanya masalah catatan. Apapun kisah kehidupan yang terpenting adalah bagaimana mencapai surga. Baik hasil asupan para pendahulunya maupun surga buatannya.

Lambat laun kencang berlsri Surganya tak lagi sama dengan pemahaman orang banyak tentang keindahan dan keabadian. Jauh. Sangat jauh dari itu semua. Surganya adalah konstruksi isi genggam kanan-kiri tangan Terang seorang.

Lebih jauh tentang terang, dia menjauhi konflik mengenai perbedaan dan penderitaan. Baginya itu semua hanya modal keluh belaka. Dia akan diam jika ada orang atau mungkin kumpulan yang membincangkan soal-soal itu. Yang dia mengerti adalah surga. Surga, seperti surga yang ada di kepalanya. Bukan surga menurutmu, menurut.kalian dan menurut orang lain. Lingkungan terdekatnya pun tak berani lagi mengungkapkan kehampaan yang mereka rasakan ketika Terang mulai menjauh dan semakin jauh dari dinding yang membuatnya kokoh. Mendengarkannya ketika.bercerita. Dinding yang menahan sakit dari tinju kesalnya.

Akibat dari pemahaman yang dimiliki Terang, dia di kucilkan. Dia di lempar ke dalam kotak makan para pekerja kontrak. Ketika dia coba meloncat dari kotak tersebut. Terpeleset dia masuk ke kotak makan pekerja kelas pinggiran uang nasibnya tak lebih sama. Jikalau berujar selalu dianggap paling tahu dan paling mengerti.

Terang, lalu mencoba semua rasa dalam kotak makan tersebut. Kotak makan berisi sayur yang hampir basi, lauk yang sengaja dibuat gosong, dan nasi dari beras yang dikumpulkan dengan cara mengais beras yang tercecer akibat gancu yang melukai karung di gudang penyimpanan beras pasar induk.

Terang lupa dan terus lupa. Dia dilahirkan oleh gelap. Tanpa saksi, tanpa kawan. Dan dia mengakhiri penjelajahan semunya dengan meminum air pegunungan yang segar bukan kepalang. Sebuah balasan karena dia telah terbukti lupa. Bahwa dia dilahirkan oleh gelap. Tanpa saksi, tanpa kawan.

Kamarhitam, dengan musik pita. Dengan rindu terbata. 11FEB13.

*zn
Anakwayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s