Selasajak?

Samar bincang, lalu ketawa-tertawa, samar bincang, lalu umpat-mengumpat, samar bincang, lalu teriak-berteriak. Dalam kotak, samar bincang, lalu rebah lebah bercakap zzzzzzzzz, semakin samar. Lekasnya waktu mengiring hari. Terik mentari terasa menembus mimpi. Melepas mata berlari mengejar cangkir. Dari setumpuk lembar catatan air, kopi mengalir lewat coretan bibir. Informasi semakin kabur, kabar naik turun tersiar. Jurang dangkal membuka tanya. Kenapa hari bermurah sapa? Apa yang harus kuperbuat untuk mewarnai hari. Hijau? Merah? Hitam? Masihkah langit membutuhkannya? Detik menjadi pasir, mengubur kepala menghujam tabir. Tunduk sudah waktunya. Jangan menunda. Jangan pula sampai lupa. Pemburu langit yang mencoba setia. Kain tebal mengepal dalam ruang. Air demi air mengalir segar. Alas kaki segera digunakan. Melindungi dan menyamankan. Sementara, hilang rasa kehilangan. Bergulir waktu melewati kerikil dengan silang ruji. Apa yang sudah kutanyakan? Pertanyakan? Jawaban datang dan pergi, selalu, dan selalu berubah, tak sama. Jawaban memang selalu ada. Alasan. Ke-ada-an bukan hadirkan jawaban. Apa yang sudah kutanyakan? Pertanyakan? Mengalir butir keringat tumpah menetes membasahi jalan. Udara bergantian sesak mampir ke badan. Apa yang sudah kutanyakan? Kupertanyakan? Sudah kuberi pertanyaan? Sudah kuberi jawaban? Tanya menjawab tanya. Jawab menanyakan jawab. Layak tidak, menjadi soal lain. Gorong-gorong tanya. Senandung alasan comberan. Kantung hitam kubawa pulang. Kantung berisi cerita tentang binatang, beredar cerita tentang penghidupan. Senja menggoda. Iya. Senja tak pernah bertanya, kenapa awannya berbeda? Warnanya selalu tak serupa. “Tak demikian dengan bayanganmu di rel itu. Dekat dengan karcis lima tahun lalu.” Ketika jingga angkasa mengantar terang pulang, inginku bersandar dalam wangianmu. Lagi kuharus pulang ke kota kotak itu. Kota kotak penuh jingga yang lebam. Lagi harus pulang. Sajak awamatra membuat corak di kertas, mengantar kabar pulang ke rumah. Ibunda sedang sakit. Pekerja keras penanti pagi yang ditegur dengan istirahat. “Kabar terbang menjadi harap. Lekas sehat ya Ma.”

Kamarhitam[29Januari2013] tembang The Beatles secara acak
anakwayang

Cungkilan:

Sela: tempat (ruang) diantara dua benda.
Sajak: Gubahan sastra yang berbentuk puisi.
Sajak awamatra; sajak yang tidak terikat pola rima, pola normatif lainnya.
Selasa: n hari ke 3 di jangka waktu seminggu.*

*) sumber kamus besar bahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s